Kasus Korupsi Telur Ayam Dilimpahkan ke Kejaksaan

Ilustrasi telur ayam

Banda Aceh, Acehportal.com - Sat Reskrim Polresta Banda Aceh melimpahkan kasus korupsi telur ayam di bawah operasional Dinas Peternakan Aceh ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Besar, Senin (16/3/2020) kemarin.

Pelimpahan kasus ini juga disertai dengan penyerahan dua tersangka dan barang bukti yang dilakukan pihak Unit Tipikor Sat Reskrim Polresta Banda Aceh.

Dua orang tersangka yang diserahkan yakni berinisial RH dan MN. Dimana tersangka MN hadir di Kejari Aceh Besar dengan didampingi kuasa hukumnya yakni Junaidi dan Zulfan.

Seperti diketahui, RH merupakan Kepala UPTD BTNR Dinas Peternakan Aceh. Sementara tersangka MN adalah pembantu bendahara penerimaan UPTD BTNR.

Kedua tersangka diduga tak mencatat hasil penjualan telur dalam buku kas umum dan tidak menyetorkan hasil penjualan telur ke kas pada 2016 hingga 2018 lalu.

Polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa uang tunai senilai Rp 3 juta yang diserahkan tersangka RH serta dokumen lainnya, termasuk uang senilai Rp 114 juta yang merupakan hasil penjualan telur.

Mereka, dijerat dengan Pasal 2 jo Pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana dirubah menjadi UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Tersangka, juga dijerat dengan Pasal 55 KUHP.

Kuasa hukum tersangka MN, Junaidi mengatakan, keterlibatan kliennya hanya sebatas menjalani perintah atasan. Apalagi, MN diketahui baru diangkat sebagai ASN selama empat tahun.

"Sebagai bawahan, klien kami hanya menjalankan perintah, tidak ada niat untuk melakukan korupsi. Kalau tidak diperintah, klien kami tidak bermasalah dengan hukum seperti yang disangkakan sekarang," katanya.

Penulis:Hafiz
Rubrik:Hukum

Komentar

Loading...