BNNP Aceh Musnahkan Narkoba Senilai Rp 26 Miliar

Kepala BNNP Aceh, Brigjen Pol Heru Pranoto bersama pejabat lainnya saat pemusnahan narkoba senilai Rp 26 miliar, Selasa (17/3/2020) (Hafiz)

Banda Aceh, Acehportal.com - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh memusnahkan barang bukti narkoba senilai Rp 26 miliar yang merupakan hasil sitaan petugas dalam pengungkapan sejumlah kasus narkoba selama ini.

Barang bukti narkoba yang dimusnahkan berupa sabu sebanyak lebih kurang 19 kilogram, ekstasi sebanyak 20 ribu butir, pil Happy Five sebanyak 20 ribu butir serta ganja sebanyak dua kilogram.

Barang bukti yang dimusnahkan kali ini, merupakan hasil tangkapan dan temuan pihaknya atas informasi dari masyarakat, termasuk beberapa kilogram sabu yang ditemukan Babinsa jajaran Kodim 0117/Aceh Tamiang beberapa waktu lalu.

Kepala BNNP Aceh, Brigjen Pol Heru Pranoto mengatakan, hasil penelitian di tahun 2019, Aceh menduduki posisi rangking keenam dari seluruh Indonesia yang prevalensinya 2,80 persen dengan kurang lebih 82 ribu jumlah penduduk di Aceh yang diduga terpapar narkoba.

"Kondisi ini memberikan rasa kekhawatiran, perhatian kita dari seluruh komponen yang ada di Aceh termasuk stakeholder yang ada untuk bersama melakukan pemberantasan narkoba," ujar Heru di Kantor BNNP Aceh, Selasa (17/3/2020).

BNN sendiri, jelas jenderal bintang satu ini, tentunya memiliki segala keterbatasannya. Oleh karena itulah, pihaknya membutuhkan koordinasi antar sesama untuk memutuskan mata rantai peredaran gelap narkoba di bumi Serambi Mekah ini.

"Ini bukti nyata kepedulian masyarakat dalam pemberantasan narkoba di Aceh yang sudah cukup baik, masyarakat berani untuk melaporkan ke instansi pemerintah, sehingga barang ini tidak sampai beredar dan dikonsumsi yang akan sangat merugikan masyarakat" jelasnya.

Terkait beberapa kilogram sabu yang ditemukan oleh salah satu anggota Babinsa di Aceh Tamiang yang juga telah dilaporkan ke BNN, pihaknya hingga kini masih melakukan pencarian terhadap pemilik barang haram tersebut.

"Termasuk siapa jaringannya hingga kini masih dicari, kita bekerjasama dengan instansi lainnya seperti TNI/Polri dan stakeholder lainnya," kata Heru.

Sebelum dimusnahkan, barang bukti narkoba seperti sabu diuji kandungannya dengan sebuah alat bernama trunak milik BNN. Alhasil, kristal sabu itu mengandung zat metaphetamine sabu golongan satu. Alat bernama trunak itu sendiri, diketahui dapat mendeteksi 650 jenis narkoba.

Setelah diuji, seluruh barang bukti narkoba dimusnahkan menggunakan mesin pemusnah khusus milik BNN yang bernama insinerator yang ada di sebuah mobil yang terparkir di halaman Kantor BNNP Aceh.

Dalam pemusnahan narkoba ini, turut hadir Wadir Resnarkoba Polda Aceh, AKBP Heru Suprihasto, Danpomdam IM, Kolonel Zulkarnain, Kabid Berantas, Amanto dan lainnya yang mendampingi Brigjen Pol Heru Pranoto.

Penulis:Hafiz
Rubrik:Headline

Komentar

Loading...