PKPI Aceh: Parliamentary Threshold 7 Persen Upaya Melemahkan Partai Kecil

Ketua DPP PKPI Aceh, Hendri Yono

BANDA ACEH, ACEHPORTAL.COM - Ditengah mewabahnya virus Corona melanda Dunia, seakan kondisi perpolitikan di Indonesia justru tidak ada kata jeda.

Sejumlah politisi yang tergabung dalam partai politik (Parpol) di pusat hingga kini masih membahas kajian wacana menaikkan Parliamentary Threshold (PT) atau ambang batas parlemen pada Pemilu 2024.

Untuk saat ini Parpol yang setuju diantaranya mulai dari PDIP, Golkar dan Nasdem.

Nasdem bersama dengan Golkar bahkan ingin agar parpol yang lolos di DPR minimal memperoleh suara nasional 7 persen. Keinginan tersebut muncul untuk mendorong kesiapan partai politik di dalam setiap perhelatan pesta demokrasi Indonesia kedepannya.

Terkait wacana partai Nasdem dan Golkar menaikkan ambang batas parlementary Treasold pada pemilu 2024 di angka 7 persen. Partai non parlemen tentu keberatan kalau ini nanti disahkan.

"Ini bentuk hegemoni partai besar untuk mematikan partai kecil dan baru." ujar Ketua DPP PKPI Aceh, Hendri Yono kepada acehportal.

Ketua PKPI Aceh Hendri Yono menyarankan ambang batas PT dipertahankan seperti tahun 2019 sebesar 4%. Sebenarnya ini juga berat untuk melewati 4 persen.

Hendri menilai mengurangi atau menyederhanakan partai-partai yang duduk di DPR justru akan mendorong oligarki. "Apalagi suara rakyat diberangus dan dirampas oleh partai-partai besar melalui PT dengan mengatas namakan Undang-Undang, tapi bertentangan dengan konstitusi," kata Hendri.

"Suara rakyat tidak dihargai lagi padahal banyak harapan rakyat dititipkan pada partai-partai baru dan menengah ke bawah termasuk Partai PKPI," terang Hendri politisi di DPRA ini.

"kami di bawah komando ketua umum PKPI bapak Diaz Hendropriyono siap untuk bekerja sukses di 2024." kata politisi yang sudah 4 periode ini dari PKPI.

Penulis:Rol
Rubrik:DPRAPolitik

Komentar

Loading...