Ungkap Jaringan Narkoba di Lhokseumawe dan Aceh Utara, Polisi Amankan Satu Kilogram Lebih Sabu

Polisi amankan satu kilogram lebih sabu saat mengungkap jaringan narkoba di Lhokseumawe dan Aceh Utara (Ist)

Banda Aceh, Acehportal.com Setelah sebelumnya tim Subdit 1 Dit Resnarkoba Polda Aceh mengamankan dua kilogram sabu di Aceh Utara, kini Sat Resnarkoba Polres Lhokseumawe juga mengungkap jaringan narkoba yang ada di Lhokseumawe dan Aceh Utara.

Penangkapan ini dilakukan pihaknya sejak Rabu (11/2/2020) kemarin dan hari ini, Kamis (12/3/2020) di sejumlah lokasi terpisah. Dimana, ada lima tersangka yang ditangkap polisi dalam kasus ini.

Kapolda Aceh Irjen Pol Wahyu Widada melalui Dir Resnarkoba, Kombes Pol Rudi Ahmad Sudrajat mengatakan, tersangka yang ditangkap berinisial TS (55), warga Bireuen serta FL alias Apa Let (34), FK (36), MJ alias Si Pan (38) dan MNS alias X yang merupakan warga Aceh Utara.

Dalam pengungkapan kasus ini, polisi mengamankan satu kilogram sabu yang terbungkus plastik teh China, satu paket sabu seberat 22,38 gram dan sebuah timbangan digital serta sejumlah handphone dan motor.

"Untuk barang bukti sabu dan timbangan digital milik tersangka MNS alias X, sementara barang bukti lainnya milik empat tersangka lain yakni FL, FK, MJ dan TS," ujar Direktur saat dikonfirmasi melalui telepon seluler.

Penangkapan ini dilakukan polisi setelah memperoleh informasi dari masyarakat. Mereka ditangkap terpisah di Kecamatan Banda Sakti dan Blang Mangat, Lhokseumawe serta Kecamatan Dewantara dan Kuta Makmur, Aceh Utara.

"Awalnya diperoleh informasi ada seseorang yang memiliki sabu dalam jumlah banyak di Lhokseumawe, diselidiki dan dilakukan penyamaran sebagai pembeli, akhirnya ditangkap lah tersangka FL dan TS," katanya.

Diketahui, tersangka FL berperan sebagai orang yang melihat uang dari calon pembeli, sementara TS merupakan orang yang menyediakan rekening. Setelah menangkap keduanya, tim lalu melakukan pengembangan kasus.

"Saat itu ersangka TS ditelepon oleh tersangka lain yakni FK dan ditanya apakah sudah ada uang yang ditransfer oleh pembeli (polisi yang menyamar) senilai Rp 600 juta, diarahkan agar TS menjawab sudah dan akhirnya tersangka FK ditangkap petugas saat bertemu di bank," ungkapnya.

Setelah menangkap FK, tim juga mengarahkan FK untuk menghubungi pemilik sabu itu yakni BN yang kini masih dalam pencarian petugas. Tersangka FK, lanjut dia, harus mengaku kepada BN bahwa yang senilai Rp 600 juta telah masuk ke dalam rekening.

Akhirnya, tempat untuk transaksi sabu pun ditentukan dan petugas beserta tersangka yang ditangkap meluncur ke lokasi. Namun, kata Direktur, saat hendak ditangkap petugas di lokasi si pemilik sabu yakni BN (DPO) melarikan diri.

Keesokan harinya, petugas kembali menerima informasi bahwa tersangka yang kabur saat transaksi malam itu berada di Aceh Utara. Tim langsung bergerak ke lokasi dan menggeledah sebuah rumah di Kecamatan Dewantara, Aceh Utara.

"Ternyata yang diamankan di dalam rumah adalah MJ, saat digeledah tidak ditemukan barang bukti. Kembali dikembangkan, diketahui barang bukti dititip ke MNS alias X di Lhokseumawe," ungkapnya.

Tiba kembali di Lhokseumawe, tim Sat Resnarkoba Polres Lhokseumawe akhirnya menangkap MNS alias X di sebuah rumah. Satu kilogram lebih sabu dan barang bukti lainnya pun ditemukan petugas saat pengeledahan di sebuah kamar.

"Saat ini tersangka dan barang bukti masih diamankan di Mapolres Lhokseumawe untuk diproses lanjut," tambah Dir Resnarkoba, Kombes Pol Rudi Ahmad Sudrajat.

Penulis:Hafiz
Rubrik:Headline

Komentar

Loading...