Setidaknya 115 Nelayan Aceh Ditahan di Sejumlah Negara Tetangga

Nelayan melakukan Tarik Pukat di Gampong Jawa

Banda Aceh, Acehportal.com - Sebanyak 115 orang nelayan Aceh diketahui hingga kini masih ditahan di sejumlah negara tetangga seperti India, Thailand dan Myanmar.

Hal ini dikatakan Sekretaris Panglima Laot Aceh, Miftach Cut Adek, Kamis (12/3/2020) saat dikonfirmasi.

"Sebanyak 115 orang nelayan di Andaman India dan Thailand serta Myanmar, ada 53 orang di Andaman India dan 62 nelayan di Thailand serta satu orang di Myanmar," ujarnya.

Ia mengungkapkan, sebanyak 53 orang nelayan yang kini masih ditahan di Andaman India, diketahui tiga orang diantaranya telah menjalani persidangan dan divonis bebas oleh Pengadilan Andaman India.

"Mereka itu murni musibah karena kabut asap yang melanda aceh September 2019 lalu," kata Miftach.

Sementara untuk yang lainnya, lembaga Panglima Laot Aceh saat ini sedang berupaya untuk melakukan Advokasi dengan menyurati Pemerintah Aceh dan Pemerintah Indonesia.

Peristiwa sebelumnya diberitakan, 57 nelayan asal Aceh ditahan di India dan Thailand. Dari jumlah itu, 28 orang nelayan tertangkap di Laut Nikobar India dan 29 lainnya tertangkap di laut Phang Nga Thailand.

Hal ini dikatakan Sekretaris Panglima Laot Aceh, Miftach Cut Adek saat dikonfirmasi Kamis (12/3/2020) melalui telepon seluler. "Puluhan nelayan ditangkap pada 3 Maret dan 9 Maret kemarin," ujarnya.

Ia menjelaskan, dari laporan pengurus kapal, kapal yang ditangkap di laut Phang Nga Thailand bernama KM Tuah Sultan Baru milik seorang warga Aceh Timur bernama M Amin yang dinahkodai oleh M Faidan.

Awalnya, KM Tuah Sultan Baru ini berlayar dari Idi Aceh Timur pada 1 Februari kemarin untuk menangkap ikan dengan awak kapal yang berjumlah 29 orang. Lalu, kapal ini pun bongkar muat di PPS Kutaraja, Banda Aceh.

"Tanggal 4 Maret kembali berlayar dan ditangkap angkatan laut Thailand pada 9 Maret. Kapal sudah ditarik ke Phang Nga oleh angkatan laut setempat dan dilimpahkan ke kepolisian setempat," ungkapnya.

Sementara itu, satu kapal dan para nelayan lainnya yang ditangkap di laut Nikobar India bernama KM BSK 45 pada 3 Maret lalu. Kapal yang dinahkodai oleh Afdal ini ditangkap oleh angkatan laut India.

"Saat ini kita menyurati Pemerintah Aceh dan Indonesia untuk mengadvokasinya," tambah Miftach Cut Adek.

Penulis:Hafiz
Rubrik:Hukum

Komentar

Loading...