Polisi Tangkap Pelaku Percobaan Pembunuhan di Lhoong Aceh Besar

Penikaman/ilustrasi

Banda Aceh, Acehportal.com Unit Opsnal Subdit 3 Jatanras Dit Reskrimum Polda Aceh menangkap seorang pelaku atas kasus percobaan pembunuhan yang terjadi pada 8 Maret kemarin.

Kapolda Aceh, Irjen Pol Wahyu Widada melalui Dir Reskrimum, Kombes Pol Agus Sarjito mengatakan, kasus ini terjadi di Gampong Meunasah Krueng Kala, Kecamatan Lhoong, Aceh Besar dan ditangani Polsek Lhoong Polres Aceh Besar.

"Kasus ini sudah dilaporkan kemudian diback-up Jatanras karena pelaku diketahui melarikan diri ke Banda Aceh," ujarnya Kamis (12/3/2020).

Diketahui, korban yang hendak dibunuh adalah Ade Nanang Mahyudi (30), seorang tukang bangunan yang merupakan warga asal Simpang Seulayang, Kecamatan Medan Tuntungan, Medan, Sumatera Utara.

"Sementara tersangka yang akhirnya ditangkap yakni HD (40), warga Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar. Antara HD dan Ade merupakan rekan yang sama-sama berprofesi sebagai tukang bangunan," katanya.

Direktur menjelaskan, Senin lalu kedua tekanan ini sedang bersama di sebuah bedeng karena sedang membangun sebuah rumah milik warga Jantang yang diketahui bernama Munawar.

Saat itu, tersangka HD pun sempat mengatakan kepada korban agar esok harinya melanjutkan pemasangan batu bata di rumah yang sedang dikerjakan dan setelah selesai dapat pulang ke Medan.

"Korban mengaku saat itu melihat tersangka mengasah sebilah parang menggunakan gerinda, lalu setelah selesai tersangka meminta korban untuk mengantar dirinya ke Simpang Krueng Kala ke tempat orang mancing, korban pun membonceng pelaku dengan motor milik pelaku," ungkapnya.

Setibanya di lokasi, korban yang curiga melihat HD mengayunkan parang yang dibawa dari arah belakang sehingga spontan korban menangkis ayunan parang dan mengenai tangan kirinya.

"Korban terluka kena sabetan parang, saat itu motor yang ditumpangi jatuh, korban lari ke sebuah warung nasi dan tersangka langsung kabur dengan motornya ke arah Banda Aceh," jelasnya.

Ade yang sudah terluka akibat sabetan parang pun akhirnya bertemu salah seorang warga yang kemudian dibawa ke puskesmas setempat untuk diobati. Kasus ini pun dilaporkan ke polisi setelah sejumlah pihak mengetahui hal ini.

"Hasil pemeriksaan sementara, pelaku nekat melakukan hal itu karena masalah utang dengan korban, pelaku saat ini masih diperiksa lebih lanjut," kata mantan Dir Resnarkoba Polda Aceh ini.

Dalam kasus ini, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa jaket, sebilah parang, tas ransel, helm dan sejumlah barang bukti lainnya.

Penulis:Hafiz
Rubrik:HukumPeristiwa

Komentar

Loading...