Polisi Tangkap Dua Sipir dan Tiga Napi Lapas Klas II B Langsa

Ilustrasi sabu

Langsa, Acehportal.com - Sat Resnarkoba Polres Langsa menangkap dua sipir Lapas Klas II B Langsa beserta tiga narapidana yang masih menjalani hukuman di lapas setempat karena terlibat dalam penyalahgunaan narkotika.

Penangkapan dilakukan pada Minggu (8/2/2020) dan Senin (9/3/2020) kemarin setelah petugas memperoleh informasi dari masyarakat. Selama ini, mereka diketahui terlibat langsung dalam peredaran sabu di lapas itu.

Kapolres Langsa, AKBP Giyarto melalui Kasat Resnarkoba, Iptu Wijaya Yudi mengatakan, dua sipir Lapas Klas II B Langsa itu adalah RS (32) dan IA (37), warga Kecamatan Langsa Kota, Langsa.

Sementara, tiga orang warga binaan (narapidana) lapas setempat yang ditangkap adalah adalah HA (29), TE (49) dan YZ (46).

"Lokasi penangkapan ada dua yakni di pinggir jalan kawasan Gampong Sidorejo, Kecamatan Langsa Lama dan Lapas Klas II B Langsa yang ada di Gampong Jawa Lama, Kecamatan Langsa Kota," ujarnya Kamis (12/3/2020) dini hari.

Kasat menjelaskan, awalnya petugas menangkap tersangka RS di pinggir jalan Gampong Sidorejo saat sedang mengendarai motor. Dimana, selama ini RS diketahui menjadi pengedar sabu.

Saat digeledah, polisi pun menemukan satu paket sabu yang dibalut dengan kertas timah rokok. Paket sabu ini ditemukan dalam saku baju yang dikenakan RS saat itu.

"Kemudian tersangka RS dibawa ke rumahnya dan saat digeledah di dalam rumah tersangka, ditemukan barang bukti lainnya seperti uang tunai, plastik bening dan lainnya," katanya.

Saat diinterogasi petugas, RS mengaku membeli satu sak sabu seberat lima gram dari temannya yang berinisial I yang kini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) polisi.

"Satu sak sabu itu dibeli RS seharga Rp 3 juta atas suruhan dari seorang napi di lapas," jelas Iptu Wijaya Yudi.

Dari pengakuan RS inilah, petugas kembali melakukan pengembangan kasus ke Lapas Klas II B Langsa setelah berkoordinasi dengan Kalapas setempat dan mengamankan tiga napi yakni HA, TE dan YZ serta seorang sipir lainnya yakni IA.

"Saat diamankan, ditemukan barang bukti dari napi YS berupa satu paket sabu dalam kamar mandi serta lainnya, empat pelaku ini diduga kuat terlibat dalam peredaran sabu yang dilakukan RS dengan peran yang berbeda-beda," jelasnya.

Tersangka RS yang merupakan sipir Lapas Langsa ini merupakan residivis kasus serupa. RS diketahui pernah menjalani hukuman di Rutan Klas II B Sigli pada tahun 2017 lalu selama 10 bulan penjara.

"Sedangkan tiga napi yang diamankan juga sebelumnya terlibat dalam kasus yang sama dengan masa hukuman yang berbeda-beda di Lapas Klas II B Langsa," ungkapnya.

Saat ini, kelima tersangka masih ditahan di Mapolres Langsa atas perbuatannya. Polisi pun masih terus melakukan pengembangan lanjut termasuk mencari keberadaan tersangka I selaku orang yang menjual sabu kepada RS.

Untuk diketahui, dari tersangka RS polisi mengamankan satu paket sabu seberat 0,09 gram, sebuah handphone, motor Scoopy, uang tunai senilai Rp 325 ribu serta gunting, plastik bening dan sendok sabu.

Sementara dari empat tersangka lain, polisi mengamankan satu paket sabu seberat 0,20 gram, dua handphone serta motor Vario dan uang tunai senilai Rp 70 ribu.

Penulis:Hafiz
Rubrik:Headline

Komentar

Loading...