Gerebek Tambang Emas Ilegal di Aceh Barat, Polisi Amankan 7 Alat Berat

Sejumlah alat berat disita di Mapolda Aceh (Hafiz)

Banda Aceh, Acehportal.com - Tim gabungan Dit Reskrimsus Polda Aceh bersama Polres Aceh Barat mengamankan tujuh unit alat berat jenis ekskavator (beko) dalam penggerebekan lokasi tambang emas ilegal di Aceh Barat.

Penggerebekan ini tepatnya dilakukan di Kecamatan Sungai Mas, pada Rabu (4/3/2020) kemarin atas informasi yang diterima dari masyarakat.

Kapolda Aceh, Irjen Pol Wahyu Widada melalui Kabid Humas, Kombes Pol Ery Apriyono mengatakan, pengecekan langsung dilakukan tim gabungan setelah menerima informasi tersebut.

"Ada dua lokasi di Kecamatan Sungai Mas yakni di Gampong Tungkop dan Geudong," ujarnya didampingi Wadir Reskrimsus, AKBP Hairajadi dan Kapolres Aceh Barat, AKBP Andrianto Argamuda saat konferensi pers di Mapolda Aceh, Selasa (10/3/2020).

Dalam penggerebekan di dua lokasi itu, petugas pun mengamankan sejumlah barang bukti seperti tujuh unit beko beserta satu asbuk (penyaring pasir) dan barang bukti lain seperti timbangan digital, biji emas, alat pendulang dan lainnya.

"Cara kerjanya adalah setelah pasir diambil dimasukkan ke asbuk, disaring lalu lanjut ke pendulang. Setelah dapat biji emas nantinya dileburkan dan dijual," ungkap Kabid Humas.

Meski tak menemukan tersangka di lokasi, polisi masih mengejar lima orang terduga tersangka di kedua lokasi penggerebekan. Mereka diketahui berinisial AH, AN dan EN serta AM dan KH selaku pemilik tambang sekaligus alat berat.

"Di lokasi sempat dikejar namun petugas tidak menemukan mereka, saat ini sejumlah saksi masih diperiksa," katanya.

Saat ditanya mengenai dugaan keterlibatan sejumlah oknum dalam kasus ini, Ery mengatakan bahwa sementara ini pihaknya tidak menemukan adanya keterlibatan oknum.

"Untuk itu akan diselidiki lagi, kepada para terduga tersangka ini diimbau untuk menyerah agar memudahkan proses hukum," harapnya.

Dalam kasus tambang emas ilegal yang diketahui telah beroperasi sejak satu tahun ini, diperoleh informasi bahwa alat berat yang disita polisi merupakan alat berat yang dirental oleh para pelaku.

Namun, Kabid Humas mengatakan meski hal itu benar, proses hukum tetap berjalan dan alat berat itu pun tetap disita hingga prosesnya berakhir.

Selain itu, di Aceh sendiri diketahui banyak tambang ilegal baik emas maupun mineral lainnya yang beroperasi. Polda Aceh menargetkan akan menghentikan seluruh kegiatan itu.

"Polda Aceh ada target untuk hentikan ini, semua akan ditindak lanjuti," tegas Kombes Pol Ery Apriyono.

Para penambang ilegal ini, dijerat dengan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2009 tentang Minerba dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 10 miliar.

Penulis:Hafiz
Rubrik:Headline

Komentar

Loading...