Rokok Ilegal Senilai Rp 424 Juta Disita Bea Cukai Aceh

Petugas Kanwil Bea Cukai Aceh mengamankan puluhan dus rokok ilegal bernilai Rp 424 juta di Pidie (Ist)

Banda Aceh, Acehportal.com - Sebanyak 418 ribu batang rokok ilegal yang tidak dilekati pita cukai dengan merek Luffman disita petugas Kanwil Bea Cukai Aceh di kawasan Beureunuen, Pidie, Jumat (6/3/2020) siang kemarin.

Rokok yang diproduksi di bawah pengawasan dari Leadon Tobacco Int’l Inc, Amerika Serikat tersebut ditaksir bernilai Rp 424 juta lebih dengan taksiran kerugian negara sebesar Rp 196 juta lebih.

Kepala Bidang Fasilitas Kepabeanan dan Cukai Kanwil Bea Cukai Aceh, Isnu Irwantoro mengatakan, sebanyak 418 ribu barang rokok itu dikemas dalam 41 karton, dimana tiap karton memiliki 50 slop rokok.

"Keberhasilan penyitaan rokok ilegal ini atas sinergi antara Kanwil Bea Cukai Aceh dan Kanwil Sumatera Utara," ujarnya Senin (9/3/2020).

Isnu menjelaskan, penangkapan dan penyitaan ini berawal atas informasi yang disampaikan Kanwil Bea Cukai Sumatera Utara ke Kanwil Bea Cukai Aceh tentang adanya pengangkutan rokok ilegal dari wilayah Sumatera Utara menuju Aceh.

"Atas informasi ini, Kanwil Bea Cukai Aceh menindaklanjutinya dengan melakukan pelacakan berdasarkan plat nomor mobil pikap tersebut. Hasilnya, mobil berada di wilayah Beureunuen, Pidie," jelasnya.

Jumat siang, petugas pun langsung menuju ke lokasi dan menemukan mobil saat akan membongkar muatan di sebuah doorsmeer yang sudah tutup. Saat diperiksa, petugas menemukan mobil penuh muatan rokok siraget putih mesin (SPM) merek Luffman tanpa pita cukai.

"Petugas mengamankan sopir, seorang kernet, mobil pikap beserta muatannya menuju Kanwil Bea Cukai Aceh di Banda Aceh untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," ungkapnya.

Tahun 2020 ini, lanjut Isnu, Kementerian Keuangan menaikkan Harga Jual Eceran (HJE) dan tarif cukai rokok dengan rata - rata kenaikan sebesar 35 persen dan 23 persen dibanding tahun 2019.

"Kenaikan itu semata-mata untuk pengendalian konsumsi rokok, kepentingan penerimaan negara, memberikan kepastian arah kebijakan tarif cukai rokok dan memudahkan pemungutan serta pengawasan rokok secara berkesinambungan.

Atas kenaikan inilah, ada kemungkinan pihak-pihak tertentu (oknum) memanfaatkan celah untuk melakukan praktik peredaran rokok ilegal. Untuk itu, Kanwil Bea Cukai Aceh terus bertekad melakukan upaya melalui Operasi Gempur Rokok Ilegal yang beredar di wilayah Aceh.

"Sepanjang tahun 2019, Operasi Gempur Rokok Ilegal Kanwil Bea Cukai Aceh beserta lima Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) di Aceh (KPPBC Sabang, KPPBC Banda Aceh, KPPBC Meulaboh, KPPBC Lhokseumawe dan KPPBC Kuala Langsa) menyita sebanyak 2,74 juta lebih batang rokok ilegal," kata dia.

Rokok ilegal sendiri, memiliki ciri-ciri yakni rokok dengan kemasan yang tidak dilekati pita cukai, dilekati pita cukai palsu, dilekati pita cukai bekas pakai, dilekati pita cukai bukan Peruntukan nya dan/atau dilekati pita cukai salah personalisasi.

Sanksi hukum terhadap para pelaku rokok ilegal diatur dalam UU Nomor 11 Tahun 1995 Tentang Cukai sebagaimana diubah dengan UU Nomor 39 Tahun 2007 Tentang Perubahan UU Nomor 11 Tahun 1995 Tentang Cukai Pasal 29, Pasal 32, Pasal, 54, Pasal 55, dan Pasal 58.

Pasal-pasal ini, sambung Isnu, mengatur sanksi denda dan pidana penjara yang bervariasi (tergantung kasus hukum) dari denda paling sedikit dua kali dan paling banyak 20 kali dari nilai cukai yang seharusnya dibayar serta pidana penjara paling singkat satu tahun dan paling lama 8 tahun.

"Untuk itu, masyarakat dimohon untuk tidak menawarkan, membeli, menjual, maupun mengedarkan rokok ilegal tersebut," tambahnya.

Jika masyarakat mengetahui praktik rokok ilegal itu dapat menginformasikannya melalui Kanwil Bea Cukai Aceh di nomor (0651) 35800, surat elektronik di kwbcnad@customs.go.id atau media sosial @BCkanwilAceh (twitter, fanpage facebook, instagram, dan youtube) serta melalui lima KPPBC yang tersebar di Aceh.

Penulis:Hafiz
Rubrik:News

Komentar

Loading...