Anggota DPRK dan Kadis Kesehatan Bireuen Temui Komisi V DPRA Bahas Pembangunan RSUD Regional

Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) melakukan pertemuan dengan DPR Kabupaten Bireuen

BANDA ACEH, ACEHPORTAL.COM - Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) melakukan pertemuan dengan DPR Kabupaten Bireuen pada tanggal 5 Maret 2020 di ruang rapat badan musyawarah DPRA Aceh terkait dengan pembangunan rumah sakit regional dikabupaten Bireuen yang sempat terhenti.

Komisi V menyatakan sangat mendukung pembangunan rumah sakit regional di Kabupaten Bireuen dan tetap komit untuk tahun 2021 harus kita anggarkan dana, karena kesiapan teman-teman Bireuen itu sudah siap. Tanahnya sudah ada, kemudian masalah sertifikat masih berproses dan eksekutif dalam hal ini Dinas Kesehatan harus segera memasukkan anggaran di Rencana Kerja Pemerintah (RKP) APBA.

Komisi V DPR Aceh juga optimis dengan SDM yang dimiliki pemerintah Kabupaten Bireuen baik eksekutif maupun legislatif yang telah menyatakan siap dengan pembangunan rumah sakit regional dan menjadi rujukan 4 kabupaten yakni, Kabupaten Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Utara, dan Kota Lhokseumawe.

Hdir dalam pertemuan itu Ketua Komisi V M Rizal Falevi beserta anggota, Tarmizi, dr Purnama, Sofyan Puteh, dan Saukhi Golkar Wakil Ketua DPRK Bireuen, serta anggota lainnya Yusriadi, Hasan, Jol Sopan, Zainal, Sofyanur, Iskandar is, Sayuti, Mubarraq, Usman, Chik Mien, Direktur RSUD Fauziah Amir M kes, Plt Dinas Kesehatan, Joni, Rosmani, tgk Amriadi, Salwa.

Saukhi mengatakan, dalam hal ini pihaknya menyampaikan sharing mewakili dua komisi 1 dan 3, tentang politik anggaran untuk dukungan bantuan pembangunan rujukan RSU regional di Bireuen.

"Kita sudah membebaskan lahan anggaran Rp 12 M lebih sehingga tanah sudah tersedia untuk pembangunan RS regional. "Administrasi juga sudah siap, tinggal saja pihak pemerintah Aceh menindaklanjutinya kita berharap RS regional harus segera dibangun," ujarnya.

Menurut Saukhi rencana pembangunan RS ini sudah lama, diharapkan tahun 2021 bisa dilaksanakan pembangunan, pihaknya juga sudah menyiapkan kebutuhan dan sudah koordinasi dengan dinkes Aceh.

Anggota DPRA Purnama menyampaikan, menurutnya lebih baik membangun RS Fauziah ke atas, menyiapkan SDM dan fasilitas RS juga tidak mudah dan membutuhkan waktu, tapi dari sekarang sudah mulai harus menyiapkan sdm kalau perlu sekolahkan melalui bea siswa pemerintah Aceh.

"Pemkab Bireuen harus siap dengan segala kebutuhan setelah bangunan selesai dikerjakan jangan sampai bangunan terbengkalai karena belum sedia SDMdan fasilitas RS." ujar Purnama.

Sementara itu Ketua Komisi V M Rizal Falevi pihaknya sangat mendukung, tapi kembali lagi ke DPRK untuk pengawasan dan kawal pembangunan gedung RS betul betul berkualitas.

"Sekarang ini masih banyak bangunan yang tidak berkuaLitas ini menyangkut dengan hidup orang banyak. Tahapan juga harus segera dilengkapi sperti administrasi DID dan Amdal." timpal Ketua Komisi V DPRA. (***)

Penulis:Redaksi
Rubrik:DPRA

Komentar

Loading...