Waspadai Penipuan Mengatasnamakan Bea Cukai

Kepala Bidang Fasilitas Kepabeanan dan Cukai Kanwil Bea Cukai Aceh, Isnu Irwantoro saat diwawancarai

Banda Aceh, Acehportal.com - Upaya penipuan mengatasnamakan Bea Cukai kembali marak terjadi. Mulai dari modus lelang barang harga murah, penjualan online, pembayaran pajak via chat pribadi dengan mengatasnamakan pegawai Bea Cukai hingga modus penipuan berkedok barang kiriman dari luar negeri.

Korban yang diincar oleh pelaku penipuan pun beragam, mulai dari kalangan orang tua, pelajar dan mahasiswa, masyarakat awam, pejabat bahkan public figure.

Kepala Bidang Fasilitas Kepabeanan dan Cukai Kanwil Bea Cukai Aceh, Isnu Irwantoro yang juga membidangi kehumasan mengungkapkan, hingga kini berdasarkan hasil pemantauan petugas, penipuan mengatasnamakan Bea Cukai masih menggunakan modus yang kurang lebih sama dari tahun-tahun sebelumnya.

"Tidak banyak yang berubah dari modus penipuan ini, hanya saja pelaku selalu mencari korban dan momen yang berbeda dalam melancarkan aksinya serta masih kurangnya kewaspadaan dan pengetahuan masyarakat tentang alur pembelian barang yang benar, khususnya barang kiriman dari luar negeri," ungkapnya Rabu (4/3/2020).

Secara gamblang Isnu memaparkan, jenis-jenis penipuan secara garis besar terdiri dari belanja online, barang hadiah atau undian dan lelang barang dengan harga murah, yang biasanya disertai dengan embel-embel ‘sitaan Bea Cukai’, ‘barang black market’, ‘diskon cuci gudang’ dan sebagainya.

"Jika melihat ada yang menjual barang seperti itu sudah dapat dipastikan adalah penipuan dan untuk lelang yang dilakukan oleh Bea Cukai, prosesnya akan diumumkan melalui situs resmi Bea Cukai, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, atau Kementerian Keuangan," ujarnya.

Barang kiriman dari luar negeri, khususnya pembelian melalui toko online belakangan ini masih menjadi penipuan yang paling sering dilakukan dengan berbagai macam modus.

Untuk menjerat korban, pelaku biasanya menjual dengan harga murah yang tidak wajar dan mengaku barang tersebut adalah ‘black market’ yang akan dikirim tanpa melewati pemeriksaan Bea Cukai, lalu pelaku tidak memberikan nomor resi atau memberikan resi palsu.

Kemudian, modus akan berlanjut dengan adanya oknum yang menghubungi melalui nomor pribadi dan mengaku sebagai petugas Bea Cukai yang menyatakan barangnya ditahan di Bea Cukai dan meminta pembayaran sejumlah nominal tertentu yang ditujukan ke rekening pribadi pelaku.

Tak jarang, pelaku juga mengancam korban dengan menyatakan korban terlibat dalam perdagangan ilegal dan akan dilaporkan kepada pihak berwajib.

"Apabila ada yang mendapati kejadian seperti ini, tidak perlu panik dan jangan pernah mentransfer uang ke rekening pribadi, apabila terlanjur melakukan trasfer segera buat laporan ke kepolisian," jelasnya.

Setidaknya, ada tiga hal yang dapat dilakukan untuk menghindari penipuan yang mengatasnamakan Bea Cukai. Pertama, dengan mengenali rekening yang digunakan pelaku.

Untuk diketahui, pembayaran bea masuk dan pajak impor langsung ke rekening penerimaan negara menggunakan dokumen Surat Setoran Pabean, Cukai dan Pajak (SSPCP).

Kedua adalah dengan memanfaatkan laman pengecekan di www.beacukai.go.id/barangkiriman untuk mengetahui apakah kiriman dari luar negeri benar-benar ada.

Terakhir, jangan ragu untuk melaporkan ke Bea Cukai apabila dihubungi oleh oknum yang mengaku sebagai petugas Bea Cukai.

"Kanwil Bea Cukai Aceh sangat mudah dihubungi baik melalui sambungan telepon di nomor (0651)35800, surat elektronik di kwbcnad@customs.go.id, maupun melalui  sosial media fanspage www.facebook.com/bckanwilaceh, Twitter @BCkanwilAceh serta Instagram @bckanwilaceh," ungkapnya.

Selain itu, tambah Isnu, juga dapat mendatangi dan menghubungi Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) terdekat yang tersebar di Provinsi Aceh yang meliputi KPPBC Sabang, KPPBC Banda Aceh, KPPBC Meulaboh, KPPBC Lhokseumawe, dan  KPPBC Kuala Langsa.

Penulis:Hafiz
Rubrik:News

Komentar

Loading...