Kunjungan Kerja ke Gayo Lues, Kapolda Aceh Musnahkan 25 Hektar Ladang Ganja

Kapolda Aceh, Irjen Pol Wahyu Widada beserta rombongan memusnahkan 25 hektare ladang ganja di Gayo Lues, Rabu (4/3/2020).

Blangkejeren, Acehportal.com - Kapolda Aceh, Irjen Pol Wahyu Widada melakukan kunjungan kerja selama satu hari ke Gayo Lues, dalam rangka pemusnahan ladang ganja, Rabu (4/3/2020).

Sejak pagi, Kapolda berangkat menggunakan helikopter TNI dari Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) dan mendarat sekitar pukul 10.30 WIB di Bandara Patiambang, Blangkejeren, Gayo Lues.

Kapolda Aceh juga didampingi sejumlah pejabat lain yakni Karo Ops, Kombes Pol Dedy Irianto, Dir Resnarkoba, Kombes Pol Rudy Ahmad Sudrajat, Wadansat Brimob, AKBP Brury Soekotjo Adhyakso Putro serta ajudan dan anggota Bid Humas.

Rombongan jenderal bintang dua itu, berangkat menggunakan helikopter TNI yang dipiloti oleh Kapten Cpn Angga Prima dan Co Pilot Kapten Moh Kholiq, Apionik Serda Ahmad Baihaqi, Mekanik Sertu Ahmad Saputra dan Mekanik Praka Elin Oktavian.

Tiba di Gayo Lues, rombongan Kapolda Aceh disambut langsung Bupati Gayo Lues, Muhammad Amru, Kapolres, AKBP Rudi Setiawan, Wakil Ketua DPRK, Ibnu Hasyim, Kepala Pengadilan, Said Tarmizi serta sejumlah pejabat lainnya.

Setelah satu jam mendarat, rombongan Irjen Pol Wahyu Widada langsung menuju ke lokasi ladang ganja yang berada di kawasan Gampong Agusen, Kecamatan Blangkejeren, Gayo Lues.

Disana, Kapolda beserta rombongan dan para pejabat lain langsung memusnahkan ladang ganja dengan mencabut seluruh batang ganja yang ada di ladang dan membakarnya hingga habis.

"Seluas 25 hektare ladang ganja kita musnahkan dan satu orang tersangka sudah diamankan," ujar Kapolda Aceh.

Dirinya juga menegaskan akan terus memberantas ganja yang ada di seluruh Aceh sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Sementara, Bupati Gayo Lues, Muhammad Amru mengatakan, pihaknya terus melakukan pembenahan terhadap masalah penanaman ganja di Gayo Lues.

Karena menurutnya, siapa pun yang terlibat dengan ganja akan berhadapan dengan hukum dan sangat merugikan diri sendiri.

"Pembenahan dilakukan dengan melakukan sosialisasi ke masyarakat berupa mengganti tanaman ganja menjadi tanaman produktif seperti kopi, serai dan lainnya," kata Bupati.

Usai memusnahkan ladang ganja, Kapolda dan rombongan kembali menuju ke Pendapa Bupati Untik beristirahat serta ke Mapolres Gayo Lues untuk memberikan pemaparan kepada personel Polres Gayo Lues.

*Berikan Arahan ke Personel Polres Galus

Sementara, usai memusnahkan 25 hektare ladang ganja di kawasan Gampong Agusen, Kecamatan Blangkejeren, Gayo Lues, Kapolda Aceh, Irjen Pol Wahyu Widada dan rombongan menuju ke Mapolres Gayo Lues untuk memberikan pemaparan.

Dalam arahannya, mantan Kapolda Gorontalo ini juga berencana akan mengunjungi sejumlah Polres lainnya seperti Polres Aceh Singkil, Subulussalam serta Polres di daerah jauh lainnya yang tak pernah dikunjungi oleh pimpinan.

"Saya mengajak kita semua karena sudah mendapatkan anugrah menjadi seorang anggota Polri, menjadi seorang anggota polri itu tidak mudah," katanya di hadapan personel Polres Galus.

Menurutnya, memberhentikan seorang anggota Polri bukanlah hal yang patut dibanggakan karena pastinya akan banyak keluarga yang bersedih dan merugi.

"Kalau anggota kita dipecat yang rugi bukan Kapolda, Karo Ops atau lainnya tetapi diri sendiri dan keluarganya. Betapa bangganya keluarga kita ketika kita dilantik menjadi seorang anggota Polri, ketika kita melakukan sebuah pelanggaran ingat anak istri kita sehingga kita tidak melakukan pelanggaran," tegasnya.

"Banyak orang ingin menjadi anggota Polri tapi tidak semudah yang dibayangkan untuk bisa menjadi anggota polri, maka ketika sudah menjadi anggota Polri marilah kita syukuri," sambung Kapolda.

Pria bergelar Master of Philosophy (Master Filosofi) ini pun mengungkapkan, tugas seorang anggota Polri sangat mulia sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat serta penegakan hukum.

Ia menegaskan, tidak ada anggota Polri yang terlibat menjadi pemakai narkoba dan tidak ada anggota Polri yang menjadi pengedar serta menjadi jaringan narkoba.

"Saya tidak bangga memecat seorang anggota, saya tidak ingin memecat seorang anggota Polri, akan tetapi ketika sudah melakukan pelanggaran berupa terlibat narkoba maka dengan sangat terpaksa saya harus memecat anggota itu," ungkapnya.

"Kita memberantas ladang ganja merupakan pejuang kemanusiaan, kita sudah menyelamatkan berapa generasi kedepannya. Kita harus selalu bergembira jangan wajah cemberut yang di depan saya tidak ada yang ganteng, tapi walaupun tidak ganteng berusahalah untuk tersenyum, supaya masyarakat senang melihatnya," jelasnya.

Irjen Pol Wahyu Widada juga mengingatkan kepada personel Polres Gayo Lues untuk melaksanakan tugas dengan gembira serta ikhlas.

"Tugas menjadi seorang Polri itu banyak ruang ibadahnya, yang penting niat kita baik dan kita ikhlas melaksanakannya dan hindari perilaku kita yang menyakiti masyarakat," tambah dia.

Setelah memberikan arahan bagi personel Polres Galus, Kapolda Aceh beserta rombongan pun langsung kembali ke Banda Aceh dan mendarat di Blangpadang.

Penulis:Hafiz
Rubrik:Headline

Komentar

Loading...