Soal Penangkapan KPK Gadungan di Bener Meriah, Ini Kata Kapolda Aceh

Kapolda Aceh, Irjen Pol Wahyu Widada saat menjadi narasumber di Rakernas Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Yogyakarta

Banda Aceh, Acehportal.com - Seorang pria berinisial S (42) yang mengaku sebagai anggota KPK ditangkap warga di Bener Meriah dan diserahkan ke pihak kepolisian akhir Januari kemarin.

Diketahui, selama ini pria itu kerap mengaku sebagai anggota KPK yang ternyata gadungan alias palsu. Bahkan, ia pun sudah memulai komunikasi ke sejumlah pejabat di daerah tersebut hingga diduga melakukan pemerasan.

Informasi lain yang dihimpun, pria itu akhirnya dikembalikan ke pihak keluarga setelah menjalani pemeriksaan dari kepolisian. Pasalnya, apa yang telah dilakukan tak merugikan orang lain dan hanya menakut-nakuti.

Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) pun menuntut agar proses hukum terhadap pria itu dilanjutkan, bahkan meminta kasus itu diambil alih Polda Aceh. Karena, SS telah melanggar hukum dengan membawa nama KPK dan melakukan penipuan.

Mengenai hal itu, Kapolda Aceh, Irjen Pol Wahyu Widada mengaku akan melakukan pengecekan sejauh mana penanganan terhadap kasus tersebut oleh Polres Bener Meriah.

Hal ini dikatakan saat diwawancarai usai meninjau Mapolsek Simpang Tiga dan dua rumah dinas Koramil setempat, Senin (2/3/2020) yang terbakar kemarin.

"Kalau tingkat Polres bisa ditangani, biarkan dulu tingkat bawah yang menangani, kalau semua penegakan hukum diambil Polda, yang di bawah tidak pintar nantinya," katanya.

Jenderal bintang dua itu menambahkan, jika penegakan hukum di Polres tak berjalan dan tak ada kemajuan, maka akan diberitahukan ke bagian supervise agar diberikan pemberitahuan.

"Jika setelah diajari nanti juga tidak berjalan baru kita tarik, kalau semua diambil alih Polda nanti mereka tidak bekerja, jadi biarkan dulu mereka bekerja," kata Kapolda.

Penulis:Hafiz
Rubrik:Hukum

Komentar

Loading...