Meski Orang Tua Telah Tiada, Bripda M Rizky Semangat Ikuti Pendidikan Bintara Polri hingga Dilantik

Bripda Muhammad Rizky yang dilantik menjadi Bintara Polri Tahun Anggaran 2019-2020 di SPN Polda Aceh

Banda Aceh, Acehportal.com - Seorang anak yatim-piatu yakni Bripda Muhammad Rizky tak mampu menahan tangis saat dilantik menjadi anggota Bintara Polri dalam upacara penutupan pendidikan dan pembentukan Bintara Polri Tahun Anggaran 2019-2020, di SPN Polda Aceh, Seulawah, Aceh Besar, Senin (2/3/2020) kemarin.

Pria asal Lhokseumawe tersebut terus meneteskan air mata. Sebab, dirinya menjalani upacara penutupan pendidikan dan pelantikan tanpa didampingi oleh kedua orang tuanya dan hanya didampingi oleh pamannya.

Suasana ini, terlihat sangat berbeda dengan para Bintara lainnya yang justru didampingi oleh para orang tua usai pelantikan.

Bripda Muhammad Rizky, ditinggalkan oleh almarhum ayahnya yakni Jaspriadi, saat masih berusia delapan tahun. Saat melaksanakan pendidikan di SPN Polda Aceh, Bripda Muhammad Rizky juga ditinggalkan oleh almarhum ibunya yakni Febri Hayati karena sakit yang diderita.

Demi meraih cita-cita dan harapan keluarga, Bripda Muhammad Rizky pun tetap semangat dalam melaksanakan pendidikan hingga akhirnya dilantik sebagai Bintara Polri oleh Kapolda Aceh, Irjen Pol Drs. Wahyu Widada, M. Phil di SPN Polda Aceh kemarin.

"Hujan badai selama tujuh bulan saya mampu melewati itu semua, karena saya menginginkan agar kedua orang tua saya tetap bahagia walaupun mereka telah tiada," ucap dia.

Pemuda berusia 19 tahun itu pun mengucapan terimaksih kepada Kapolda Aceh beserta semua pembina di SPN Polda Aceh yang telah mendidik dan memberi motivasi terhadap dirinya selama menjalankan proses penerimaan hingga menjalani pendidikan Bintara Polri.

"Selama menjalani proses penerimaan Bintara Polri tahun 2019, saya hanya mengandalkan kemampuan dan doa dari orang tua hingga bisa terpilih menjadi Bintara Polri tanpa dipungut biaya sepeser pun," tegas Rizky.

Hal serupa juga diakui oleh beberapa orang tua lainnya. Dimana, mereka mengaku puas dengan perekrutan anggota Polri selama ini yang sangat terbuka dan transparan.

"Sangat terbuka dan transparan, sehingga kami para orang tua dari calon pada saat itu merasa sangat puas," kata salah satu orang tua yang anaknya telah dilantik menjadi Bintara.

"Sejak awal hingga hari ini (penutupan pendidikan dan pelantikan), saya tidak pernah menyerahkan uang sepeser pun," kata salah satu orang tua lainnya yang berasal dari luar daerah.

Penulis:Hafiz
Rubrik:Umum

Komentar

Loading...