Lakukan Aborsi, Seorang Perempuan di Aceh Tenggara Ditangkap

ilustrasi

Banda Aceh - Seorang perempuan di Aceh Tenggara ditangkap polisi atas dugaan melakukan aborsi terhadap seorang perempuan muda hingga meninggal dunia.

Penangkapan ini dilakukan personel Tim Resmob Sat Reskrim Polres Aceh Tenggara, Kamis (27/2/2020) kemarin di kawasan Gampong Kesumpat, Kecamatan Lawe Sigala-gala, Aceh Tenggara.

Kapolda Aceh, Irjen Pol Wahyu Widada melalui Dir Reskrimum, Kombes Pol Agus Sarjito mengatakan, pelaku yang ditangkap berinisial MY 32 yang diketahui berstatus sebagai PNS di Poskesdes setempat.

"Korbannya berinisial LM (24), warga Kecamatan Bukit Tusam, Aceh Tenggara, korban meninggal dunia pasca aborsi," ujar Direktur Minggu (1/3/2020) malam.

Penangkapan terhadap MY dilakukan petugas setelah menerima laporan dari masyarakat. Dimana, dalam penangkapan itu petugas mengamankan sebuah wadah penampung darah berbahan stainless, gunting jepit, cocor bebek serta sebuah sendok korek.

"Ada laporan dari masyarakat ada perempuan yang meninggal di Poskesdes setempat, dilakukan penyelidikan dan korban ditemukan tak bernyawa yang diduga keras telah aborsi," ungkapnya.

Tim Resmob Sat Reskrim Polres Aceh Tenggara akhirnya melakukan penyelidikan dan menangkap tersangka MY saat berada di Poskesdes tersebut dan diamankan ke Mapolres Aceh Tenggara.

"Tersangka masih diperiksa secara intensif, perkembangan nantinya akan dilaporkan kembali. Untuk korban sudah dikebumikan oleh pihak keluarga," kata Agus.

Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui keterangan lanjut tentang tindakan aborsi ini. Pasalnya, polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap kasus tersebut.

Akibat perbuatannya, MY yang diduga berprofesi sebagai bidan itu terancam 10 tahun penjara sesuai Pasal 194 UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan Jo Pasal 359 Jo Pasal 55 dan 56 KUHPidana.

Penulis:Hafiz
Rubrik:Hukum

Komentar

Loading...