Kembangkan Kasus Pembeli Sabu Didor di Aceh Utara, Polisi Amankan 404,35 Gram Sabu Lainnya

Lhoksukon, Acehportal.com- Sat Resnarkoba Polres Aceh Utara melakukan penggerebekan di sebuah rumah yang kerap menjadi tempat transaksi sabu di Aceh Utara, Senin (24/2/2020) tadi malam.

Dalam penggerebekan, satu tersangka yakni SL tewas setelah ditembak karena melawan dan menyerang petugas saat penangkapan. Sementara satu tersangka lain yakni ID, diamankan ke Mapolres Aceh Utara untuk proses lanjut.

Dari penggerebekan tersebut, polisi melakukan pengembangan kasus dan menangkap dua tersangka lain yang terlibat. Petugas pun mengamankan barang bukti sabu seberat 404,35 gram.

Hal ini dikatakan Dir Resnarkoba Polda Aceh, Kombes Pol Rudi Ahmad Sudrajat, Selasa (25/2/2020) dan dibenarkan Kasat Resnarkoba Polres Aceh Utara, AKP M Daud.

Direktur mengatakan, pengembangan kasus itu dilakukan pagi tadi sekitar pukul 06.00 WIB.

"Penangkapan dilakukan di Gampong Tanjung Hagu dan Gampong Kito, Kecamatan Samudera, Aceh Utara, diamankan barang bukti empat paket sabu seberat 404,35 gram serta dua buah handphone," ujar Direktur.

Dijelaskan, dua tersangka yang ditangkap yakni SF (54) dan AH (45). Keduanya merupakan warga Gampong Tanjung Hagu dan Gampong Kito, Kecamatan Samudera.

"Setelah ID diinterogasi, sabu seberat 31,94 gram yang ditemukan dalam penangkapan sebelumnya diperoleh dari SF. Setelah ditangkap, SF mengaku mendapatkan barang haram itu dari AH, tersangka AH ditangkap satu jam kemudian setelah SF," jelasnya.

Saat ini, keduanya masih diamankan di Mapolres Aceh Utara beserta barang bukti ratusan gram sabu tersebut untuk diproses lanjut.

Sebelumnya diberitakan, Sat Resnarkoba Polres Aceh Utara menggerebek sebuah rumah di kawasan Gampong Bantan, Kecamatan Cot Girek, Aceh Utara, Senin (24/2/2020) tadi malam.

Dalam penggerebekan seorang tersangka tewas ditembak setelah berusaha melawan dan menyerang petugas saat akan ditangkap.

Kasat Resnarkoba Polres Aceh Utara, AKP M Daud mengatakan, penggerebekan dilakukan setelah menerima informasi masyarakat tentang adanya transaksi narkoba di wilayah itu.

"Dua pelaku adalah SL (22), warga setempat dan ID (36), warga Kecamatan Samudera, Aceh Utara. Tersangka SL meninggal dunia setelah dilakukan tindakan tegas terukur karena melawan petugas," ujarnya Selasa (25/2/2020)

Awalnya, polisi mendapatkan informasi tentang rumah SL yang kerap dijadikan sebagai tempat transaksi narkoba. Menerima informasi ini, polisi langsung menuju ke lokasi untuk melakukan penggerebekan.

"Sekitar pukul 21.00 WIB anggota menggerebek rumah dan ditemukan keduanya sedang membungkus sabu. Tersangka SL selaku pembeli sementara ID selaku penjual barang," katanya.

Saat akan ditangkap, SL pun melawan petugas dan mencabut sebuah pisau serta menyerang petugas sebanyak dua kali. Meski sempat diberikan tembakan peringatan, SL masih tetap menyerang dan mengejar petugas.

"Tersangka dilumpuhkan di bagian paha dan akhirnya tumbang, dari tersangka ID ditemukan ganja di kantong celana, dia kita kita amankan, sementara SL dibawa ke puskesmas setempat," ungkapnya.

Tersangka SL, akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Umum Cut Meutia Lhokseumawe untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Namun, dalam perjalanan ia diketahui meninggal dunia karena diduga banyak kehilangan darah.

"Ia mengalami pendarahan hebat akibat luka tembak dan jarak lokasi dengan rumah sakit jauh. Diamankan dua paket sabu seberat 31,94 gram serta dua paket ganja seberat 11,46 gram dan dua batang rokok. Saat ini jenazah sedang dijemput keluarga," jelasnya. ()

Penulis:Hafiz
Rubrik:Hukum

Komentar

Loading...