Diduga Frustrasi dengan Penyakitnya, Seorang Penjahit Ditemukan Tergantung di Rumahnya

gantung diri/ilustrasi

Banda Aceh, Acehportal.com- Seorang penjahit berinisial TI (50), warga Kecamatan Darussalam, Aceh Besar ditemukan meninggal dunia dalam keadaan tergantung di dalam kamarnya, Kamis (20/2/2020) kemarin.

Diduga, korban nekat mengakhiri hidup dengan cara menggantungkan dirinya karena merasa frustrasi dengan penyakit yang selama ini dideritanya.

Informasi yang dihimpun dari Dir Reskrimum Polda Aceh, Kombes Pol Agus Sarjito, korban awalnya ditemukan oleh pihak keluarga seusai salat subuh.

"Korban ditemukan tergantung menggunakan dua kain jilbab dan ditemukan satu kursi yang diduga sebagai alat bantu," ujarnya Jumat (21/2/2020).

Mengetahui hal ini, keluarga langsung berusaha menurunkan jasad korban dan melaporkannya ke Polsek Darussalam. Polisi pun langsung menuju ke lokasi untuk melakukan penanganan.

"Barang bukti dua jilbab yang tergantung di kusen jendela kamar dan satu kursi plastik diamankan, juga ditemukan adanya sisa muntahan korban yang sudah kering," ungkapnya.

Dari keterangan pihak keluarga, korban diketahui pernah mengalami gangguan jiwa dan dirawat di Rumah Sakit Jiwa Aceh (RSJA) pada Januari kemarin. Selain itu, diketahui korban pernah menjalani operasi Parikokel.

"Namun pasca operasi sakitnya tak kunjung sembuh, diduga membuat korban semakin frustasi dengan penyakitnya karena tidak mampu melakukan aktivitas sehari-harinya hingga mengakhiri hidup," jelasnya.

Pihak keluarga, sambung Direktur, tak mengizinkan polisi untuk melakukan visum. Rencananya jasad korban akan dikebumikan di kawasan tempat tinggalnya.

Cabuli Anak Di Bawah Umur, Remaja di Langsa Ditangkap

Sementara itu, seorang remaja berinisial MU (19) ditangkap Sat Reskrim Polres Langsa atas dugaan pencabulan yang dilakukan terhadap seorang anak di bawah umur. Ia ditangkap Kamis (20/2/2020) kemarin setelah polisi menerima laporan dari keluarga korban.

"Korban berinisial AH (15) yang diduga disetubuhi oleh pelaku, sudah lima kali dilakukan di waktu berbeda tahun 2019 dan terakhir Desember lalu," kata Agus.

MU kini masih diamankan di Mapolres Langsa untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. Ia, dijerat dengan Pasal 81 UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. ()

Penulis:Hafiz
Rubrik:Peristiwa

Komentar

Loading...