Rapat Koordinasi Komisi I DPR Aceh bersama Komisi KKR Aceh

Rapat Koordinasi Komisi I DPR Aceh bersama Komisi KKR Aceh

BANDA ACEH, ACEHPORTAL.COM - Komisi I DPR Aceh menggelar rapat koordinasi sekaligus silahturahmi dengan Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR) Aceh di Ruang Rapat Komisi I DPR Aceh, pada Rabu (19/2/2020.

Rapat ini di Pimpin Ketua Komisi I DPR Aceh, Tgk. Muhammad Yunus Yusuf dan Wakil Ketua, Drs. H. Taufik, MM bersama Anggota Fuadri, S. Si, M.Si.  Dalam Rapat tersebut hadir dari KKR Aceh, Afridal Darmi (Ketua), Evi Narti Zein (Wakil Ketua), Muhammad Daud Beureueh, Masthur Yahya, Ainal Mardiah masing-masing sebagai Anggota.

Afridal Darmi dalam sambutan awal menjelaskan tugas, fungsi dan wewenang KKR Aceh yang perdana terbentuk di Aceh dan dilantik pada Oktober 2016 silam. Dalam paparan juga menjelaskan program kerja KKR Aceh dan hasil akhir yang akan dicapai nantinya di akhir periode tahun 2021.

Selama kerja KKR Aceh sudah banyak menghimpun data korban konflik dan ada tugas yang perlu reparasi mendesak yaitu bantuan rumah sebanyak 244 unit untuk korban konflik, dimana rumah mereka sudah sangat tidak layak (atap bocor, dinding pelepah dan berlantai tanah) siapa pun melihat pasti membuat kita menangis.

Selanjutnya dalam bekerja KKR Aceh masih kurang mendapat perhatian dari segi anggaran dan juga belum adanya Sekretariat yang menjadi SKPA tersendiri.

Selanjutnya Evi Narti Zein menjelaskan bahwa KKR Aceh mencari kebenaran dari korban dari mengumpul data ke lapangan dan mempunyai tiga program utama.

Ketersedian anggaran kadangkala membuat program kegiatan yang direncanakan belum membuahkan hasil yang maksimal dimana anggaran selama ini berkisar Rp. 4,3 Milyar tergerus 50% untuk operasional dan honorarium, namun demikian KKR Aceh tetap menjalankan tupoksinya serta banyak dibantu oleh Civil Society (CSO) baik Nasional maupun Internasional.

KKR Aceh telah membangun jaringan internasional terkait pelaksanaan memorial agar menjadi pembelajaran kurikulum. Banyak Negara Internasional seperti Srilanka, Filipina dan Thailand belajar ke Aceh, tegasnya.

Kemudian Daud Beureueh, memberikan apresiasi undangan rapat dari Komisi I DPR Aceh, dimana lahirnya KKR Aceh tidak lepas dari andil dari Komisi I DPR Aceh. Pada kesempatan ini juga ditegaskan bahwa dukungan pusat tidak boleh lepas yaitu terkait dengan rekomendasi Reparasi dan reformasi Yustisi.

Ketua Komisi I DPR Aceh, Tgk. Muhammad Yunus Yusuf setelah mendengarkan berbagai masukan juga menyampaikan bahwa agar Komisi I DPR Aceh sering dilibatkan.

Fuadri juga meminta diberikan data valid terkait kebutuhan reperasi mendesak agar dapat diambil tindakan lanjutan baik melalui banggar dan komisi terkait. Apa yang kita lakukan nantinya akan menjadi tujuan utama dan akhirnya bermuara kepada tujuan dari lembaga ini dan akan dikenang oleh masyarakat Aceh dan dunia dan ini hasil kerja dalam pemenuhan hak-hak korban, tegasnya. (*)

Penulis:Rol
Rubrik:DPRA

Komentar

Loading...