Petani Di Tanah Jambo Aye Terancam Tak Dapat Jatah Pupuk Bersubsidi Dikarenakan Belum Rampungnya RDKK

Polres Pidie sita pupuk bersubsidie

Aceh Utara, Acehportal.com - Para petani di Kecamatan Tanah Jambo Aye terancam tak dapat jatah pupuk bersubsidi di karenakan sampai sekarang belum rampungnya pembuatan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK), sedangkan di Kecamatan lain yang ada di Aceh Utara semua sudah disalurkan oleh distributor.

Padahal Pupuk merupakan kebutuhan para petani di mana banyak petani yang mengeluh dengan belum adanya penyaluran pupuk yang di subsidi kan oleh pemerintah.

" Saya mau beli pupuk bersubsidi di kota panton labu, tapi saat kami minta ke para pedagang tidak ada, kata dari para pedagang belum siapnya RDKK" Ujar Petani di salah satu desa di Kecamatan Tanah Jamboe Aye.

Menurut dia, di Kecamatan tetangga seperti di Kecamatan Baktia, Seunuddon dan Langkahan sudah ada pupuk bersubsidi di karenakan sudah dj salurkan oleh pihak distributor.

Kemudian media ini melakukan penelusuran ke beberapa kios pegecer pupuk bersubsidi di Kota Panton Labu, ternyata pihak pengencer membenarkan bahwa sampai sekarang belum di jualnya pupuk bersubsidi di karenakan tidak siapnya RDKK.

" RDKK sudah kami suruh buat di Balai Penyuluhan pertanian (BPP). Tapi sampai sekarang belum siap, padahal untuk biaya pembuatan RDKK sebesar 600 ribu sudah kami setor ke pihak BPP " Ujar Pedagang pupuk bersubsidi di kota panton labu kepada Media ini, Senin (17/2).

Menurut dia, masa untuk mengajukan RDKK untuk di lakukan kontrak hanya tinggal beberapa hari lagi.

Sementara itu, Kepala Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Tanah Jambo Aye, Birul Kepada Media ini lewat telpon selularnya, Selasa (18/2) mengatakan dimana terhambat penyaluran pupuk di Kecamatan Tanah Jambo Aye diakibatkan belum siap E - RDKK.

" Sebagian RDKK yang sudah di serahkan oleh kelompok tani kepada kami sudah kita rekap dan kita online kan sebanyak 16 desa dari 47 desa" Ujar Birul.

Menurut Birul, untuk 31 desa lagi belum menyerahkan RDKK nya ke pihak kami (BPP) dimana banyak desa kurang respon dan banyak alasan yang dilontarkan oleh pihak deaa ke pihak kami (BPP).

"Untuk apa kami tanda tangan yang sebelumnya sudah kita tanda tangan tetapi petani tidak juga mendapatkan pupuk subsidi, biarpun ada duit untuk kita beli,"Kata kepala BPP meniru pernyataan dari pihak gampong.

Dikatakan Birul, untuk mengaplod RDKK ke aplikasi online hanya beberapa hari lagi, kemungkinan ditutup tanggal 20 Februari 2020.

Saat disinggung oleh media ini terkait dugaan biaya untuk rekap RDKK kelompok tani dimana ada di kenakan biaya sebesar Rp 600 ribu, kemudian dirinya mengajak Wartawan media ini untuk jumpa langsung dengan dirinya.

" Jadi begini, kalau ini yang anda tanyak lebih bagus kita jumpa biar saya jelaskan kalau dengan Hp kita ngomong kan tidak jelas." Ujar Birul

Menurut dia, jika itu di pertanyakan, dirinya masih banyak pekerjaan lain yang harus di selesaikan, bahkan dirinya mengajak Wartawan media ini ke kantor untuk melihat langsung volume harus di kerjakan bahkan rekap yang harus di Ulang - ulang.

" Seandainya kalau itu di upahkan kepada kami, walaupun satu juta di bayar kami tidak mau, tetapi ini ada hubungan kerja dan tanggung jawab kami" Jelas Birul

Birul juga menegaskan, jika pihaknya tidak pernah meminta, tapi itu yang di kasih atas inisiatif para pedagang dan ada juga yang tidak di kasih juga.

" Saya tegaskan, kami tidak pernah meminta, tapi ini hanya inisiatif para pedagang" Pungkas Birul.

Komentar

Loading...