Ganti Rugi Lahan Masyarakat Belum Tuntas

Warga Blokir Pintu Masuk PLTU 1 dan 2

Meulaboh, Acehportal.com- Sejumlah masyarakat warga Dusun Gelanggang Meurak, Desa Suak Puntong, Kecamatan Kuala Pesisir, Nagan Raya, melakukan pemblokiran pintu masuk dan pintu keluar perusahaan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 1 dan 2 pada Senin (17/2/2020).

Pemblokiran dilakukan menggunakan kayu, lantaran mereka kesal karena lahan milik masyarakat setempat yang digunakan oleh perusahaan tersebut sampai saat ini belum diganti rugi.

"Aksi warga hari ini mereka menuntut pihak perusahaan PLTU agar menindaklanjuti pembebasan lahan mereka yang hingga saat ini belum tuntas, jangan hanya janji-janji," ujar Kadis Lingkungan Teuku Hidayat kepada wartawan usai rapat digelar di kantor kechiek setempat.

dikatakannya, setelah rapat dengar solusi warga bersama perusahaan yang terkait, dan di bantu mediasi aparat setempat dengan aparatur Gampong, sehingga perusahaan tersebut bersedia memenuhi tuntutan masyarakat hari ini, dan tuntutan itu juga akan dinilai ulang nantinya oleh tim Kantor Jasa Penilaian Publik (KJPP).

"Karena ini menyangkut perusahaan 1 dan 2 pemerintah, ini harus dihitung dulu oleh Kjpp tim odirator yang terakreditasi dan berapa layak yang diganti rugi atau berapa besar pembayaran, itu nantinya akan dihitung dulu oleh KJPP," tambahnya.

Selain itu jumlah Kartu Keluarga (KK) di Desa Suak Puntong yang terkena dampak debu dari aktivitas perusahaan PLTU Nagan Raya, hingga kini tercatat 36 KK yang ada penghuninya,"sebut Hidayat.

"Warga berharap tim KJPP segera turun untuk melakukan rincian pembayaran ganti rugi untuk masyarakat setempat, dan perusahaan pun harus bersedia mengeluarkan biaya ganti rugi nantinya setelah dikaji ulang oleh tim KJPP," Pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan pantauan Acehportal di lokasi pintu masuk dan pintu keluar milik PLTU masih terblokir, sejumlah kendaraan roda empat karyawan perusahaan sempat antri panjang di depan gerbang pintu masuk.

"Jika perusahaan PLTU Nagan Raya belum memenuhi tuntutan kami masyarakat, maka jangan coba-coba membuka blokiran yang kami lakukan," kata salah seorang warga yang ikut dalam aksi pemblokiran, Kak Cut. ()

Penulis:Dani
Rubrik:Headline

Komentar

Loading...