Ops Antik, Sat Resnarkoba Polres Aceh Besar Temukan 1,5 Hektar Ladang Ganja di Seulimuem

ladang ganja seluas 1,5 hektar di kawasan Gampong Pulo Lamteuba

Jantho, Acehportal.com - Personel Sat Resnarkoba Polres Aceh Besar menemukan ladang ganja seluas 1,5 hektar di kawasan Gampong Pulo Lamteuba, Kecamatan Seulimuem, Aceh Besar, Jumat (14/2/2020) kemarin.

Ladang ganja yang berada di kawasan pegunungan ini ditemukan dalam pelaksanaan Operasi Antik Rencong I 2020 yang dilakukan secara serentak di wilayah Aceh selama 20 hari kedepan, mulai 12 Februari kemarin hingga 2 Maret mendatang.

Kapolres Aceh Besar, AKBP Ayi Satria Yudha melalui Kasat Resnarkoba, AKP Raja Aminuddin Harahap mengatakan, di ladang tersebut petugas menemukan sekitar lima ribu batang ganja yang usianya mencapai empat bulan.

"Luas ladang 1,5 hektar dengan tinggi matang ganja mencapai satu hingga dua meter, temuan ini berdasarkan informasi dari masyarakat," ujar Raja saat dikonfirmasi Senin (17/2/2020).

Untuk menuju ke lokasi, tim berjumlah delapan orang yang dipimpin KBO Sat Resnarkoba Polres Aceh Besar, Ipda Rahmad Indra wanita, harus menempuh perjalanan sejauh 26 kilometer dari jalan lintas Medan Banda Aceh menuju ke tempat parkir dan dilanjutkan dengan berjalan kaki selama dua jam.

"Ladang berada di tengah hutan, melewati perbukitan dan dua sungai kecil, bahkan kondisi cuaca saat itu hujan deras. Di lokasi tidak ditemukan pemilik atau penanam batang ganja ini," kata Kasat.

Setiba di ladang, petugas langsung melakukan pemusnahan dengan mencabut seluruh batang ganja dan membakarnya hingga habis. Namun, beberapa lima batang ganja yang dijadikan barang bukti dan diamankan ke Mapolres.

"Untuk barang bukti diamankan di Polres, kasusnya masih dalam penanganan lanjut," tambah mantan Kasat Resnarkoba Polres Pidie ini.

*Tangkap Tiga Penyalahguna Sabu

Selain itu, Sat Resnarkoba Polres Aceh Besar juga mengamankan dua pelaku penyalahgunaan narkoba jenis sabu di Aceh Besar. Keduanya ditangkap terpisah setelah polisi menerima informasi masyarakat dan melakukan penyelidikan.

Penangkapan dilakukan 12 Februari lalu yang merupakan awal mulanya Ops Antik Rencong 2020. Pelaku pertama diamankan di kawasan Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar yakni RF (27) dengan barang bukti satu paket sabu seberat 0,18 gram dan sebuah handphone.

"Selama ini masyarakat setempat resah dengan kelakuan yang bersangkutan, saat ditangkap pelaku mengaku mendapatkan barang haram itu dari lelaki berinisial ADR yang masuk DPO saat itu," ungkapnya.

Tak lama berselang hanya dalam waktu beberapa jam, tersangka ADR (25), warga Aceh Besar pun akhirnya ditangkap petugas yang saat itu melakukan pengembangan kasus. Ia ditangkap bersama seorang rekannya yakni AM (24), warga Aceh Jaya.

"Dari tangan ADR dan rekannya AM ini, disita 9 paket sabu seberat 2,58 gram, satu alat isap, timbangan digital dan handphone. Keduanya ditangkap di sebuah rumah kos di Kecamatan Baiturrahman, Banda Aceh," jelasnya.

Diakui, sembilan paket sabu yang ditemukan polisi didapatkan kedua tersangka dari FM yang kini masuk dalam daftar pencarian. Saat ini, ketiga tersangka dan barang masih diamankan di Mapolres Aceh Besar untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Penulis:Hafiz
Rubrik:Headline

Komentar

Loading...