Cabuli Anak Dibawah Umur, Pria Ini Ancam Penggal Kepala Korbannya

Polresta Banda Aceh menggelar prees rilis kasus persetubuhan dan pencabulan anak dibawah umur, Mapolresta setempat, Rabu (5/2/2020).

Banda Aceh, Acehportal.com - Sat Reskrim Polresta Banda Aceh menangkap MAW (37), pelaku persetubuhan dan pencabulan anak dibawah umur yang mengancam korbannya akan dibunuh dengan cara dipenggal lehernya jika diberitahukan ke orang lain.

Korban, sebut saja Cinta (10), warga Aceh Besar disetubuhi oleh MAW sebanyak enam kali. Dua kali persetubuhan terjadi di kebun dan empat kali lainnya terjadi dirumah pelaku yang berada di Aceh Besar.

Tersangka MAW sendiri yang diketahui berprofesi sebagai petani berstatus duda anak tiga, juga merupakan warga Aceh Besar dan diketahui, antara pelaku dengan korban adalah tetangga.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto melalui Kasat Reskrim, AKP M Taufiq serta Kanit PPA, Ipda Puti Rahmadhani dan Kasubbag Humas, Iptu Hardi dalam konferensi pers di Polresta Banda Aceh mengatakan, kejadian ini terjadi pada bulan Desember 2019 lalu.

“Kejadian itu terjadi di kebun dekat rumah pelaku. Pada saat itu korban sedang bermain, kemudian pelaku mengajak korban ke kebun dan disitulah korban disetubuhi,” ujar Kasat, Rabu (5/2/2020).

Setelah korban disetubuhi, pelaku memberikan uang sebesar Rp 2 ribu dibawah ancaman, bila hal itu diberitahukan kepada orang lain, leher korban akan dipenggal. Seiring waktu berlanjut, MAW kembali melakukan perbuatan yang sama terhadap korban.

“Desember 2019, saat itu korban sedang bermain di rumah pelaku, pelaku menarik paksa korban untuk masuk ke kamar, disini pelaku kembali melakukan aksinya dilanjutkan dengan ancaman, kejadian berulang sebanyak empat kali,” jelasnya lagi.

Kemudian, korban pun akhirnya melaporkan hal ini ke orang tuannya. Orang tua korban lalu melaporkan ke Polresta Banda Aceh sesuai dengan Laporan Polisi LP.B/39/I/YAN.2.5/2020/Sat Reskrim tanggal 22 Januari 2020 untuk ditindaklanjuti.

Kasat Reskrim, AKP M Taufiq SIK memerintahkan Unit PPA Sat Reskrim dipimpin oleh Ipda Puti Rahmadhani untuk melakukan pemeriksaan terhadap korban, saksi dan saksi ahli. MAW pun akhirnya ditangkap tanpa perlawanan.

"Saat ini, MAW mendekam di sel tahanan dan dijerat Pasal 81 Jo Pasal 82 UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 35 Tahun 2014 dan UU RI Nomor 17 Tahun 2016 dengan ancaman hukuman 5 tahun kurungan penjara dan maksimal 15 tahun penjara," ungkapnya.

Selain itu, pihaknya juga akan melakukan pemeriksaan psikologi terhadap pelaku untuk mengetahui apakah ada kelainan dan sebagainya. Korban, lanjutnya, merupakan teman bermain dari anaknya sendiri.

"Untuk korban lain sementara belum ada, masih kita dalami. Korban sendiri kini sudah beraktivitas seperti biasa, sempat trauma dan sedang diatasi," kata mantan Kasat Reskrim Polres Langsa ini.

Sementara, tersangka MAW yang diwawancarai mengaku bahwa dirinya sangat menyesal dengan apa yang telah dilakukan. Hal ini dilakukan khilaf lantaran bercerai dengan istrinya.

"Saya sangat menyesal pak, khilaf, saya sempat berpikir bahwa perbuatan ini salah dan akan dipenjara," ungkap tersangka MAW.

Penulis:Hafiz
Rubrik:Headline

Komentar

Loading...