DPRA: Pemerintah Aceh Belum Siap Tanggani Wabah Corona

M Rizal Falevi Kirani

BANDA ACEH, ACEHPORTAL.COM –  Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengumumkan situasi darurat global terkait penyebaran virus corona yang mematikan dari Cina.

Virus yang telah mematikan sekitar 170 orang sampai saat ini, dipastikan telah menyebar ke 15 negara dunia. Berdasarkan hasil pantauan, ilmuwan telah memproyeksi Indonesia berpotensi terkena wabah corona ini.

Menyahuti pengumuman WHO ini, secara khusus Aceh sebagai salah satu provinsi Indonesia yang harus menyiapkan diri dari segala kemungkinan terjangkitnya virus tersebut ke Aceh.

Hal ini dikatakan Ketua Komisi V DPRA, M Rizal Falevi Kirani dalam rilis yang disampaikan Sabtu (1/2/2020).

Menurutnya, Pemerintah Aceh melalui pejabat terkait harus lebih serius menyahuti pengumuman WHO tersebut dengan menyiapkan semua kebutuhan peralatan penanganan dan pencegahan secara komprehensif.

"Karena peralatan medis kita dalam menangani wabah corona yang mematikan Pemerintah Aceh belum siap, rumah sakit belum ada alat yang dibutuhkan khusus untuk wabah yang mematikan ini," ujarnya.

Pihaknya mengaku menyambut baik itikat baik pemerintah pusat yang disampaikan Kementerian Luar Negeri bahwa telah menyiapkan tempat karantina di Jakata dengan pelengkapan medis yanf sesuai SOP penanganan wabah corona bagi mahasiswa Aceh yang pulangkan dari Wuhan.

"Peringatan global ini harus benar-benar tersampaikan kepada masyarakat Aceh dengan upaya-upaya preventif dan sosialisasi kepada masyarakat dengan memberikan panduan pencegahan secara massif," ungkapnya

Hal yang tak kalah penting, lanjut dia, adalah mencegah konflik SARA yang bisa digunakan pihak lain terhadap WNA yang berada di Aceh, terutama WNA dari Cina yg berada di Aceh.

"Tragedi virus corona ini merupakan isu global yang amat serius, jangan sampai tergiring kepada isu sosial dan konflik SARA tentunya dengan memberikan edukasi yang baik dan massif dari kasus corona ini. (*)

Penulis:Redaksi
Rubrik:DPRA

Komentar

Loading...