Terkait Kasus KJA Sabang, Kejati Aceh Masih Tunggu Hasil Audit BPK

dok.acehportalPenyidik Kejati Aceh sita keramba milik KKP di Pelabuhan CT 3

Banda Aceh, Acehportal.com- Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh hingga kini masih menunggu hasil audit pihak BPK RI untuk mengetahui nilai kerugian negara dalam kasus korupsi pengadaan Keramba Jaring Apung (KJA) di Sabang.

Kasi Penkum dan Humas Kejati Aceh, Munawal Hadi mengatakan, hasil audit ini sangat dibutuhkan untuk memastikan nilai kerugian negara dalam pekerjaan di KKP RI senilai Rp 45,5 miliar yang bersumber dari APBN 2017 tersebut.

"Penyidik masih menunggu hasil audit dari tim auditor BPK," ujarnya saat dikonfirmasi Kamis (16/1/2020).

Dalam kasus itu, penyidik juga telah menetapkan seorang tersangka yakni mantan Direktur PT Perinus yakni Dendi serta menyita uang tunai senilai Rp 36,2 miliar yang diserahkan dalam bentuk tunai ke Kejati Aceh.

"Untuk tersangkanya masih satu orang, kemungkinan bisa bertambah tergantung penyidik nantinya," kata Munawal.

Pada kasus KJA di Sabang tersebut, penyidik Kejati Aceh menemukan adanya pekerjaan yang tak sesuai dengan spesifikasi. Selain itu, perusahaan juga tidak menyelesaikan pekerjaannya 100 persen.

"Hingga Januari 2018 pekerjaan tidak selesai, namun pencairan sudah dibayar 29 Desember 2019 lalu," ungkapnya.

Selain itu, lanjut Munawal, juga ada indikasi kelebihan bayar sebesar 89 persen dari 75 persen pekerjaan. Total yang telah dibayar sebesar Rp 40,8 miliar lebih dari nilai kontrak yang ditetapkan yakni Rp 45,5 miliar.

"Sejumlah barang bukti disita, termasuk keramba, kapal dan peralatan yang lainnya di Sabang," tambah dia.  ()

Penulis:Hafiz
Rubrik:News

Komentar

Loading...