Bupati Aceh Barat Diminta Tidak Ingkar Janji Dengan Penjahit Sepatu

Lapak penjahit sepatu yang berada di sepanjang Jalan H. Daud Dariah II, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat.

Meulaboh, Acehportal.com- Sejumlah masyarakat yang berprofesi sebagai penjahit sepatu di sepanjang Jalan H. Daud Dariah II, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat, mengeluh lantaran lapak yang selama ini mereka gunakan sebagai mata pencaharian akan direlokasi.

Berdasarkan informasi dari kepala Unit Pelayanan Teknis Dinas (UPTD) Pasar Bina Usaha (PBU) Meulaboh, bahwa para sol sepatu di sepanjang jalan H. Daud Dariah II akan direlokasi karena parit Lueng Aneuk Aye yang berada tepat dibelakang lapak penjahit itu akan dicor sebagai arena parkir Suzuya Mal.

"Betul informasi tersebut sudah lama kami mendengar dari Kepala UPTD pasar Bina usaha ingin dipindahkan namun kami menolak untuk dipindah, lantaran lokasi lain yang di wacanakan nampaknya sepi pengunjung seperti area di jalan belakang terminal Desa Ujong Baroh," ujar Zakaria Ketua Penjahit Sepatu kepada wartawan Selasa (31/12/2019)

Mendengar informasi itu, kata Zakaria, kesal lantaran jika hal tersebut terjadi, padahal setelah bertemu dengan Bupati Ramli MS pada Sabtu (21/12/2019) di lokasi, orang nomor satu di Aceh Barat itu berjanji tidak akan memindahkan para penjahit sepatu meski parit dibelakang usaha mereka akan di cor untuk lahan parkir suzuya.

"Janji harus ditepati kami ingin tetap bertahan karena kami sudah nyaman disini, siapapun akan kami lawan, karena lokasi sekarang sudah tepat untuk kami cari rezeki," tambahnya.

Dikatakannya, setelah parit di semen nantinya, maka para penjahit sepatu akan digeser ke belakang dekat dengan bangunan suzuya.

"Janji Bupati jika ada yang pindahkan kalian, maka orang itu yang akan saya pindah. Begitu yang disampaikan Bupati Ramli kepada kami pada saat mengunjungi lokasi sol sepatu," jelas Zakaria.

Sementara itu pihak Management Suzuya Mal Meulaboh, Ami Saifuddin kepada media menjelaskan, bahwa dirinya mengetahui informasi bahwa parit tersebut akan dicor untuk area parkir suzuya, bila nantinya pemerintah berubah pikiran itu menjadi urusan pimpinan.

" Dulu saya dengar para penjahit sepatu akan direlokasi karena lahan tersebut digunakan untuk arena parkir mall, tapi kini berubah, begitu yang saya tidak tahu," ujarnya

Menurutnya, lahan tersebut diminta sejak proses awal pembukaan suzuya, karena area gedung sempit untuk lahan parkir, namun bila itu dibatalkan oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Barat, belum pihaknya ketahui, mungkin bisa jadi benar. ()

Penulis:Dani/As
Rubrik:Daerah

Komentar

Loading...