Didampingi MaTA, Warga Paya Tieng Peukan Bada Lapor Dugaan Korupsi APBDes 2016 Ke Kejati Aceh

Acehportal.com

Banda Aceh, Acehportal.com - Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) mendampingi warga Gampong Paya Tieng, Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar melaporkan kasus dugaan korupsi ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh, Jumat (13/12/2019).

Laporan dugaan korupsi yang disampaikan ini terkait indikasi penyimpangan dalam pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) tahun anggaran 2016 di gampong setempat.

Dalam laporan yang disampaikan warga Gampong Paya Tieng, Munawar dan Darma, meminta Kejati Aceh untuk menindaklanjuti kasus ini sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

"Sehingga memberi pembelajaran kepada aparatur desa dalam mengelola dana desa," ujar Koordinator Bidang Hukum dan Politik MaTA, Baihaqi.

Disisi lain, perwakilan masyarakat berharap kepada Kejati Aceh menjadikan laporan ini sebagai pintu masuk untuk mengungkap kasus-kasus dugaan korupsi lain dalam pengelolaan dana desa di Gampong Paya Tieng karena selama ini pengelolaannya diduga tidak transparan.

"Dan dalam laporan ini, perwakilan masyarakat Paya Tieng menyebutkan dugaan kerugian yang timbul mencapai Rp 119.376.000 dan juga melaporkan sejumlah oknum aparatur, yang diduga kuat terlibat dalam dugaan korupsi pengelolaan APBDes tahun 2016," jelasnya.

Berdasarkan hasil pemantauan terhadap penggunaan APBDes tahun 2016, ditemukan sejumlah kegiatan yang diduga fiktif. Artinya, dalam laporan pertanggungjawaban beberapa kegiatan terealisasi 100 persen, akan tetapi barang-barang tersebut tidak ditemukan dilapangan.

"Selain itu, masih ada beberapa item kegiatan lain yang diragukan realisasinya dilapangan, itu belum termasuk kegiatan-kegiatan yang menggunakan APBDes tahun anggaran 2015, 2017 dan tahun 2018," ungkap Baihaqi.

Menindaklanjuti hasil pemantauan tersebut, warga Gampong Paya Tieng pun sudah berulang kali meminta kepada aparatur gampong untuk mempertanggungjawabkan dalam rapat umum, tetapi hingga saat ini tidak juga dilakukan.

"Bahkan warga Paya Tieng juga telah beberapa kali menyampaikan ke pihak Kecamatan Peukan Bada, akan tetapi tidak mendapatkan respon yang progresif. Atas dasar itu, perwakilan warga Paya Tieng melaporkan kasus ini ke Kejati Aceh dengan harapan dapat ditindaklanjuti," tambahnya.

Penulis:Hafiz
Rubrik:HukumUmum

Komentar

Loading...