Aceh Butuh Tenaga Non Kependidikan

Banda Aceh, Acehportal.com - Majelis Pendidikan Aceh (MPA) melakukan FGD yang hasil kajiannya tentang Tenaga Kependidikan Non Guru SMA/SMK dan Madrasah Aliyah yang dilakukan oleh Prof Murniati, Prof Husni Husin dan Dr Sulastri di Aula Kantor Majelis Pendidikan Aceh, Senin (9/12/2019).

Dalam paparannya, Profesor Murniati menyebutkan, dari sembilan jenis tenaga administrasi kependidikan non guru seperti pustakawan, operator, laboran, tata usaha, bendahara sekolah, teknisi sumber belajar, penjaga sekolah, tenaga kebersihan dan satpam sekolah, terdapat beberapa jenis tenaga administrasi tenaga non guru di Aceh yang masih kurang.

"Dari 15 kabupaten/kota yang kami jadikan sampel penelitian ini, kami temukan tenaga kependidikan non guru di Aceh sangat kurang, terutama laboran sekolah, teknisi suber belajar, tenaga kebersihan, satpam dan penjaga sekolah," ujar Prof Murniati.

Menurutnya, status pegawai tenaga kependidikan di 15 kabupaten/kota di Aceh itu dominannya itu adalah non PNS, dengan ditemukan juga guru masih merangkap menjadi tenaga administrasi kependidikan seperti pustakawan, bendahara sekolah dan operator. Hal ini pun sangat di khawatirkan oleh ketua MPA.

"Kita harus memenuhi standar minimum pendidikan, kita harus tentukan prioritas supaya masalah-masalah pendidikan yang dasar untuk meningkatkan mutu pendidikan dapat di selesaikan. Hasil kajian ini, misalnya masih banyak tenaga administrasi masih di rangkap oleh tenaga guru," ungkap Prof Abdi A Wahab, Ketua MPA.

Sementar, Wakil Ketua MPA mengatakan, hal ini sangat memprihatinkan, "Ini baru satu aspek saja di bidang administrasi sekolah SMA sederajat, ini perlu komitmen untuk pembuat kebijakan, tidak boleh ada anggapan tenaga kependidikan non guru tidak penting, karena ini berpengaruh terhadap indikator kualitas mutu pendidikan Aceh," katanya Teuku Sayed Mustafa, Wakil Ketua MPA.

Hasil penelitian merekomendasikan kepada pemerintah Aceh untuk menentukan formasi rektrutmen CPNS dan tenaga kontrak, khusus tenaga kependidikan berbasis pada kebutuhan.

Perlu prioritas peningkatan sarana bagi tenaga kependidikan non guru di sekolah SMA sederajat, dan merekomendasikan perlunya pengembangan ketrampilan tenaga kependidikan non guru pada sekolah secara terencana dan terprogram setiap tahunnya.

Dalam FGD itu hadir juga perwakilan Bappeda Aceh, dinas pendidikan Aceh, praktisi pendidikan Affan Ramli, Maimun Bin Lukman, Irhamuddin, Mukhlisuddin Ilyas dan lainnya.

Penulis:Hafiz
Rubrik:Pendidikan

Komentar

Loading...