Ini yang Dilakukan BNNK Banda Aceh Sejak Setahun Terbentuk

Banda Aceh, Acehportal.com - Perang besar terhadap narkoba yang diserukan pemimpin bangsa ini, menuntut seluruh elemen bangsa untuk bergerak melawan kejahatan terorganisir yang bersifat lintas negara tersebut.

Merespon situasi bangsa yang berada dalam status darurat narkoba, para pemangku kepentingan dan kebijakan di negeri ini pun tak dapat berdiam diri melihat Narkoba menghancurkan bangsa dan negara.

Bahkan rakyat pun dituntut mengambil langkah sekecil apapun untuk membantu menyerang kejahatan Narkoba yang secara perlahan menggerogoti bangsa Indonesia.

Pemerintah dan masyarakat akhirnya sadar bahwa kejahatan ini adalah bentuk perang modern yang tengah digencarkan oleh siapapun yang berniat menguasai Indonesia tanpa 'mengotori' tangannya sendiri.

Dalam konferensi pers di Kantor BNNK Banda Aceh, Rabu (4/12/2019), Kepala BNNK Banda Aceh, Hasnanda Putra mengatakan, untuk menghadapi ancaman ini, semua harus bersatu, khususnya aparat penegak hukum yang terang-terangan dibekali senjata untuk melindungi bangsa dan negara.

"Tidak boleh ada lagi ego sektoral demi kepentingan terlihat berjasa di mata rakyat karena aparat penegak hukum memiliki kewajiban melindungi rakyat," didampingi Kasubbag Umum, Fuzla Hanum serta Kasi P2M, Jufri dan Kasi Rehabilitasi, Desi Rosdiana.

Badan Narkotika Nasional (BNN) sebagai lembaga negara yang memiliki kewajiban penuh dalam penanganan permasalahan Narkoba di Indonesia, menjadi garda terdepan dalam memutuskan langkah dan kebijakan yang diambil guna mengatasi peredaran gelap Narkoba dan menekan laju angka prevalensi penyalahgunaan Narkoba.

"BNNK Banda Aceh terbentuk pada 8 Maret 2018, sampai dengan tahun 2019, pegawai BNNK Banda Aceh berjumlah 14 orang. BNNK Banda Aceh bersama TNI/Polri, Satpol PP dan stakeholder lainnya telah bekerja sama melakukan Pencegahan dan Penindakan terhadap segala bentuk kejahatan narkoba," ungkapnya.

Langkah preventif pun ditempuh sebagai upaya membentuk masyarakat yang mempunyai ketahanan dan kekebalan terhadap narkoba. Program dan kegiatan yang dilakukan dalam hal menekan angka prevalensi penyalahgunaan Narkoba menyasar kaum muda (anak-anak, remaja, pelajar dan mahasiswa) yang merupakan target pasar jaringan sindikat Narkoba.

Pada kegiatan Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M), BNNK Banda Aceh telah melakukan sejumlah kegiatan seperti 'BNN Menyapa'. Dimana, kegiatan ini bertujuan untuk mengimbau masyarakat agar tanggap terhadap bahaya dari peredaran dan penyalagunaan narkoba kepada seluruh warga Banda Aceh.

"Kegiatan ini dilakukan secara berkala sehingga informasi P4GN diterima langsung oleh semua kalangan masyarakat Banda Aceh dan diharapkan warga Banda Aceh memiliki ketahanan diri terhadap penyalahgunaan narkoba serta membentuk karakter untuk menolak dan melawan narkoba," jelasnya.

Dalam kegiatan Pemberdayaan Masyarakat Anti Narkoba, BNNK Banda Aceh juga telah melaksanakan kegiatan Bimbingan Teknis untuk penggiat anti narkoba, (26-27 Agustus 2019) di Hotel Kryiad Muraya dengan jumlah peserta 20 orang.

Peserta berasal dari Satgas Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Kota Banda Aceh, Organisasi Kemasyarakatan dan Pemuda Gampong yang dilatih untuk mampu menyampaikan program P4GN, agar mampu mensosialisasikan dilingkungan masyarakat.

Selama mengikuti bimtek, sambung Putra, peserta dibekali kebijakan P4GN dan aspek hukum P4GN, peran adat dalam kearifan lokal dalam mencegah narkoba, peran penggiat anti Narkoba dalam mewujudkan Kota Banda Aceh bersinar, Public Speaking.

Kemudian, peserta dibimbing tentang strategi BNN Kota Banda Aceh dan deteksi dini penyalahgunaan narkoba, pertahanan nasional dan penanggulangan narkoba serta upaya pemerintah dalam pemberdayaan mantan penyalahguna narkoba, pengetahuan dasar adiksi, konseling dan rehabilitasi dan teknik penyuluhan narkoba.

Selain itu, pihaknya juga menghadiri pemusnahan narkotika di Halaman Mapolresta Banda Aceh pada 7 November 2019 lalu. Dalam kegiatan itu, sebanyak 2.958 gram (2,95 kilogram) ganja kering dan 986,86 gram sabu dimusnahkan.

"Lalu ada Pemilihan Duta Anti Narkoba Kota Banda Aceh 2019 yang malam Puncak Penobatannya pada 27 November 2019 di Lantai 4 Gedung Mawardi Nurdin, Balaikota Banda Aceh. Duta Anti Narkoba Kota Banda Aceh 2019 adalah Syukrullah dan Khumaira (Juara 1 Duta Anti Narkoba) serta Muhammad Aleif dan Putri Yuliza (Wakil 1 Duta Anti Narkoba)," jelasnya.

BNNK Banda Aceh, tambah Hasnanda Putra, juga melaksanakan Pelatihan Life Skill Bagi 15 Orang Masyarakat Gampong Lampaloh, berupa pelatihan kerajinan tangan yang membuat payung dan tudung saji hhas Aceh yang berlangsung selama 3 hari.

Penulis:Hafiz
Rubrik:Umum

Komentar

Loading...