20 Pelanggar Syariat Islam di Aceh Barat Jalani Hukuman Cambuk

Pelanggar syariat islam di Aceh Barat sedang menjalani hukuman cambuk di halaman mesjid Agung Baitul Makmur, Desa Seneubok, Kecamatan Johan Pahlawan, kabupaten Aceh Barat, Selasa (3/12/2019).

Meulaboh , Acehportal.com - Sebanyak 20 orang pelanggar Qanun syariat Islam menjalani hukuman uqubat (cambuk) di halaman mesjid Agung Baitul Makmur, Desa Seneubok, Kecamatan Johan Pahlawan, kabupaten Aceh Barat, Selasa (3/12/2019).

Eksekusi yang disaksikan oleh puluhan warga tersebut, terdiri dari 20 orang yang melanggar Qanun syariat Islam, satu diantaranya Inisial MW, divonis bersalah karena melakukan Jarimah zina ( persetubuhan dengan anak dibawah umur) sesuai pasal 34 Qanun Aceh no 6 tahun 2014 tentang hukum jinayat, dengan hukuman cambuk 100 kali.

Sedangkan satu orang terdakwa pasangan persetubuhan MW, dikabarkan belum bisa di eksekusi, karena yang bersangkutan sedang berada diluar daerah Aceh Barat, namun terdakwa akan di kenakan hukuman cambuk di edisi selanjutnya.

Selanjutnya, 18 orang terdakwa maisir (perjudian) lainnya para terpidana melanggar pasal 18 Qanun (perda) Aceh no 6 tahun 2014 tentang hukum jenayat dengan uqubat cambuk , SY,(6 Cambukan) IH (5), AM, (6), AA (3), SS (10), RS, (12), MK (6), TS (12), FR (5), AR (12), AS (12), AM (12), AS (39), ZR (5), MD (5), EM (27), MJ (27), dan TA (7).

Pantauan Acehportal, jalannya eksekusi cambuk mulai sekitar 10.20 Wib sebuah panggung didirikan depan mesjid dengan lingkaran tali melingkari pembatasan panggung warga yang menyaksikan eksekusi cambuk tersebut.

Saat nama terdakwa dipanggil, algojo segera naik ke atas penggung. Sang algojo mengenakan jubah hitam dan penutupan seluruh wajah. Saat tiba di atas panggung, algojo menggenggam rotan dan langsung mencambuk terdakwa satu persatu.

Semua terdakwa uqubat cambuk tergolong laki-laki, dengan menggunakan jubah coklat dan peci warna senada atau warna putih, mereka dicambuk dalam posisi berdiri sesuai hitungan cambuk yang sudah ditentukan terhadap terdakwa.

Salah seorang terdakwa MW, yang mendapatkan 100 kali cambukan sempat tertatih setelah menerima 40 kali sebetan rotan, dan terdakwa langsung diberhentikan oleh algojo karena terdakwa sudah merasa kesakitan.

Setelah diperiksa oleh dokter di lokasi, MW diputuskan tidak bisa menjalani hukuman cambuk untuk sementara, dan akan dilanjutkan kembali hukuman tersebut di edisi selanjutnya.

Disini lain, beberapa warga menilai kekuatan cambukan algojo kebeberapa terdakwa masih rendah."tidak meyakinkan"ujar seorang warga diantara kerumunan."Kurang kuat,"timpal yang lain.

Penulis:Dani
Rubrik:Daerah

Komentar

Loading...