Kasus Dosen FMIPA Unsyiah Dilimpahkan ke Kejari Banda Aceh

Ilustrasi kasus pencemaran nama baik, Foto: Kumparan

Banda Aceh, Acehportal.com - Kasus dugaan pencemaran nama baik yang dilakukan oleh Dosen FMIPA Unsyiah yakni Saiful Mahdi yang dilaporkan Dekan Fakultas Teknik Unsyiah, Saidi saat ini telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Banda Aceh, Rabu (27/11/2019).

Kasus yang menjerat Saiful Mahdi ini berawal dari kritikannya melalui grup Whats'App internal tentang seleksi CPNS Dosen Fakultas Teknik 2018 lalu yang dinilai tak sesuai.

Atas kritikan itu, Saiful Mahdi dilaporkan dan ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Polresta Banda Aceh atas dugaan pencemaran nama baik menggunakan sarana elektronik sesuai Pasal 27 ayat 3 UU RI Nomor 19 Tahun 2016 UU ITE.

Direktur LBH Banda Aceh, Syahrul mengatakan, pihaknya meyakini bahwa kritikan tersebut tak memuat unsur pencemaran nama baik sebagaimana yang dimaksud dalam pasal tersebut.

Hal ini dikarenakan, kata Kuasa Hukum Saiful Mahdi tersebut, ruang yang digunakan untuk mengkritik adalah hanya grup Whats'App yang bukan tempat umum atau ruang terbuka.

Lalu, hal yang dikritik Saiful Mahdi juga terkait hasil tes CPNS yang sifatnya demi kepentingan umum serta tak menyerang orang tertentu atau menyebutkan nama seseorang langsung secara pribadi.

"Hari ini kasus dilimpahkan ke Kejari Banda Aceh (P-21), kami sangat menyayangkan upaya pembungkaman kebebasan berekspresi malah terjadi di lingkungan lembaga pendidikan," katanya.

LBH Banda Aceh juga akan terus mendampingi seluruh proses hukum yang dihadapi Saiful sebagai bentuk perjuangan penegakan dan pemenuhan HAM yang salah satunya adalah kebebasan dalam berpendapat bagi masyarakat umum maupun insan akademik.

"Ini adalah bentuk pembungkaman insan-insan kritis dalam dunia akademik, kami mengajak seluruh masyarakat untuk berjuang bersama-sama dalam masalah ini sebagai bentuk dukungan kita terhadap kebebasan mimbar akademik," jelasnya.

Penulis:Hafiz
Rubrik:Hukum

Komentar

Loading...