Main Game dan Judi Online, Pemuda Abdya Ini Curi Laptop Kampus di Darussalam

Kapolsek Syiah Kuala, AKP Edi Saputra saat konferensi pers di Mapolsek Syiah Kuala

BANDA ACEH, ACEHPORTAL. COM - Pemuda asal Abdya yakni MG (25) ditangkap personel Polsek Syiah Kuala pada awal bulan lalu. Pasalnya, ia telah enam kali mencuri laptop milik dua kampus ternama di Banda Aceh yakni Unsyiah dan UIN Ar-Raniry karena kecanduan bermain game dan judi online.

Hal ini dikatakan Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto melalui Kapolsek Syiah Kuala, AKP Edi Saputra saat konferensi pers di Mapolsek Syiah Kuala, Banda Aceh, Senin (25/11/2019) sore.

Kapolsek mengatakan, penangkapan MG dilakukan setelah pihaknya menerima laporan dari pihak kampus yang telah beberapa kali kehilangan laptop. Kehilangan laptop ini pun terjadi di sejumlah fakultas seperti FKIP dan Kedokteran.

"Penyelidikan dilakukan dengan mengolah tempat kejadian perkara (TKP), pelaku dikenali setelah kita melihat hasil rekaman CCTV di kedua kampus, pelaku kita tangkap saat berada di salah satu halte di lingkaran kampus," ujarnya.

Dari hasil interogasi, jelas mantan Kapolsek Lueng Bata ini, tersangka MG mengaku telah tiga kali mencuri laptop di kampus Unsyiah dan tiga kali mencuri laptop di kampus UIN Ar-Raniry. Pencurian ini dilakukan sejak Agustus lalu dengan menggunakan alat bantu berupa palu, besi dan obeng.

"Pelaku yang diketahui pernah menjadi mahasiswa FKIP ini masuk dengan mencungkil jendela ruangan kampus yang kemudian mencuri belasan laptop serta proyektor dalam setiap aksinya selama 6 kali itu," ungkapnya.

"Tersangka mengaku mencuri karena kebutuhan ekonomi serta bermain game dan judi online. Untuk keterlibatan dengan narkoba tidak kita temukan, karena berdasarkan hasil tes urine pelaku juga negatif," jelasnya lagi.

Dalam pengungkapan kasus ini, polisi mengamankan empat unit laptop dan sebuah proyektor curian yang belum dijual. Sementara barang bukti lainnya, telah dijual pelaku menggunakan aplikasi jual-beli online, sehingga polisi agak kesulitan untuk memperoleh barang bukti lainnya.

"Ada 12 buah laptop yang dicuri pelaku termasuk proyektor, namun yang bisa kita amankan hanya 4 karena sisanya telah dijual di aplikasi jual-beli online dengan akun berbeda," lanjut Kapolsek.

Saat ini, tersangka MG masih diamankan di Mapolsek Syiah Kuala untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. Ia dijerat dengan Pasal 363 KUHPidana tentang Pencurian dengan Pemberatan (Curat) jo Pasal 65 dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.

Penulis:Hafiz
Rubrik:Hukum

Komentar

Loading...