WH Aceh Barat Jaring Belasan Wanita Berpakaian Ketat dan Pria Bercelana Pendek

WH Aceh Barat saat mencatat identitas warga pelanggar syariat islam, yang terjaring dalam razia gabungan tersebut, di Desa Suak Ni, Kecamatan Johan Pahlawan, Kamis (21/11) sore.

Meulaboh, Acehportal.com- Wilayatul Hisbah (WH) didukung personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-pp) dan Polres Aceh Barat menjaring belasan warga daerah setempat, yang mengenakan pakaian ketat, di Ruas Jalan Meulaboh-Calang, tepatnya di Desa Suak Ni, Kecamatan Johan Pahlawan, Kamis (21/11) sore.

Sedikitnya 16 warga Aceh Barat terjaring dalam razia gabungan karena melanggar aturan syariat islam. Terdiri 12 orang wanita dengan kesalahan menggunakan pakaian ketat, dan empat orang pria yang mengenakan celana pendek.

Kepala bidang Wilayatul Hisbah, Haris kepada wartawan mengatakan, kegiatan tersebut dilakukan dalam rangka pengawasan terhadap pelaksanaan syariat Islam berdasarkan Qanun Nomor 11 tahun 2002, sesuai dengan ketentuan pasal 13 setiap orang Islam wajib berbusana islami.

"Disamping secara berkala berbentuk penertiban gabungan seperti hari ini, setiap hari pihak kita juga akan melakukan pengawasan di setiap Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) atau pengelenggara pelayanan publik, misalnya di kantor perizinan, rumah sakit, dan dikantor camat," jelas Haris.

Pantauan Acehportal dilokasi, nampak terlihat sejumlah polisi syariah Islam hanya menghentikan setiap pelanggar yang menggunakan sepeda motor, baik wanita berpakaian ketat maupun laki-laki yang menggunakan celana pendek. Sedangkan yang menggunakan mobil dibiarkan lolos Tampa ada pemeriksaan.

Setelah diberhentikan petugas langsung meminta indentitas terlebih dahulu. Bila diberhentikan non muslim diminta untuk melanjutkan perjalanan kembali. Ini sesuai dengan Qanun Nomor 11 Tahun 2002 tentang Syariah Islam, aqidah dan ibadah.

"Sebenarnya ketentuan ini tidak berlaku terhadap warga non muslim hanya untuk muslim saja, artinya mereka punya tanggung jawab moral untuk menghormati pelaksanaan syariah Islam di Aceh. Namun, yang kita lakukan pembinaan tentunya untuk kalangan muslim saja," ujar Haris.

Sementara bagi pelanggar syariat islam yang terjaring itu, mereka diberikan pembinaan setelah dilakukan pendataan identitas. Selanjutnya mereka diminta untuk melanjutkan perjalananan usai melalui proses tersebut. ()

Penulis:Dani/As
Rubrik:DaerahUmum

Komentar

Loading...