Miris, Kondisi Rumah Janda di Aceh Barat Hampir Roboh ke Sungai Akibat Erosi

Kondisi rumah milik Marahwan (49) warga Desa Meuntulang, Kecamatan Panton Reu, Aceh Barat.

Meulaboh, Acehportal.com - Kondisi rumah milik Marahwan (49) warga Desa Meuntulang, Kecamatan Panton Reu, Aceh Barat, hampir roboh ke dasar sungai. Diduga akibat erosi yang selama ini terjadi di aliran sungai tersebut.

Diketahui, Marahwan selama ini dirinya hidup menjanda, sedangkan almarhum suaminya sudah lama meninggal, kini ia tinggal bersama kedua anaknya Zulkairan (21) SMA dan Sahjadan (11) yang masih duduk di sekolah Dasar (SD).

Namun sayang, karena keterbatasan biaya terpaksa kedua anak tersebut putus sekolah untuk bekerja demi mencukupi kebutuhan keluarganya sehari-hari.

Pemilik rumah Marahwan kepada wartawan Selasa (19/11/2019) mengatakan, rumah miliknya pada saat dibangun masih terbilang cukup jauh dari bibir sungai dengan jarak sebelumya 25 meter, kini jarak rumah itu dengan bibir sungai hanya berjarak setengah centi meter.

Menurut Marahwan, hampir amblasnya rumah itu juga disebabkan hujan deras yang terjadi sejak satu pekan terakhir membuat permukaan sungai mulai mengikis perlahan-lahan sehingga berdampak pada rumahnya.

"Sebelumnya enggak kenapa-kenapa. Kayaknya sejak hujan deras satu pekan terakhir ini bibir sungai yang dulunya berjarak 25 meter dari rumah saya, kini mulai melebar hingga pondasi rumah terlihat sudah hampir amblas,"Kata Marahwan.

Kejadian tersebut, sejak Minggu (16/11/2019), hingga kini rumah Marahwan warga Desa Meuntulang itu masih dalam kondisi memprihatinkan dengan pondasi rumah itu hampir amblas ke sungai, dan sangat membahayakan dirinya serta anaknya.

Marahwan berharap, kepada pemerintah agar memperhatikan kondisinya saat ini, dirinya pun tidak bisa mengatakan apa-apa lagi. Terlihat sambil dia jelaskan berjujur air mata dengan mengingat kondsisi yang dialaminya.

Kechik Desa Meuntulang T. Saiful ardi mengatakan, dia sangat berharap untuk turun tangan pemerintah agar membangun tanggul seputaran bibir sungai yang telah pernah di ajukan namun hingga kini belum terealisasi, dengan jumlah KK yang terdampak bencana berkisar 200 kepala keluarga.

"ini miris sekali, apalagi sungai Meuntulang ini berdekatan dengan rumah masyarakat, dan bagi para petani juga berharap bantuan benih padi untuk menanam kembali, luasnya area persawahan yang sudah terbawa arus banjir mencapai sekitar 40 Hektar sawah milik warga setempat," harap Saiful.

"Sudah saya sampaikan ke beberapa dinas terkait, seperti PUPR dan Dinsos namun belum ada tanggapanya, dan ketika sejumlah wartawan turun kelokasi kejadian, sudah mulai terlihat salah satu staf dinas yang meninjau ke lokasi tersebut, untuk saat ini belum ada bantuan apapun dari pihak pemerintah,"pungkasnya.

Penulis:Dani
Rubrik:Daerah

Komentar

Loading...