Menag RI Minta Penceramah Tidak Memprovokasi Umat

IMG_20191117_173212

Banda Aceh, Acehportal.com - Menteri Agama RI, Fachrul Razi meminta kepada para penceramah untuk punya sensitivitas tinggi saat menyampaikan ceramahnya kepada masyarakat. Hal ini dikatakan dengan alasan bahwa Indonesia merupakan negara yang majemuk.

"Tidak mengangkat tema yang dapat memprovokasi umat. Meski dalil dan ayatnya betul, tapi konteksnya belum tentu," ujarnya saat diwawancarai di Asrama Haji Embarkasi Aceh, Banda Aceh, Minggu (17/11/2019).

"Jadi, setiap Dai sensitivitasnya harus tunggu karena bangsa ini majemuk, namun kalau di Aceh bagus sekali bahkan Pangdam mengatakan luar biasa sekali Aceh ini," ungkapnya di hadapan wartawan.

Jenderal militer ini juga meminta para Dai dan sebagainya untuk memberikan pesan toleransi yang bermanfaat bagi sosial yakni pesan yang mampu menjadikan setiap orang memiliki kesalihan personal dan manfaat sosial bagi lingkungan.

"Pesan agama yang menjadikan setiap individu memiliki kesalehan personal dan manfaat sosial bagi lingkungannya dengan penuh kasih sayang, toleransi, penghormatan hak sesama, persaudaraan dan lainnya," jelas Menteri.

Untuk kedepannya, Menag RI pun tidak akan mengeluarkan sertifikasi Dai. Hanya saja, Kemenag akan menyelenggarakan pembekalan bagi para Dai atau penceramah. "Tidak ada sertifikasi, hanya pembekalan, itu juga bagi yang mau," katanya lagi.

Mengenai penceramah yang menyampaikan ujaran kebencian, Fachrul Razi mengatakan, hal itu sudah masuk ke ramah hukum. Pihaknya juga akan memberikan imbauan semampunya dan akan menindak tegas jika ujaran kebencian yang disampaikan berlebihan.

"Kalau masih bisa diimbau ya diimbau, kalau sudah berlebihan mengujar kebencian itu kan ada aturan hukumnya, itu bukan bidang Kementerian Agama lagi," tambahnya.

Penulis:Hafiz
Rubrik:Umum

Komentar

Loading...