Ini Duduk Perkara Kasus Mursidah Terdakwa Pengrusakan Pangkalan Gas

Aceh Pressphoto/Mursidah jalani sidang

BANDA ACEH, ACEHPORTAL.COM - Kasus Tindak Pidana Pengrusakan oleh Mursidah mendadak heboh di media sosial dan mendapat berbagai macam tanggapan dari publik.

Sejumlah politisi maupun lembaga LSM ikut andil membela wanita yang dijerat dengan kasus pidana pengrusakan.

Sehingga penegak hukum merasa tersudut atas perkara Mursidah yang sedang ditangani saat ini di Pengadilan Negeri Lhokseumawe.

Kejati Aceh akhirnya menjelaskan duduk perkara dalam kasus tersebut. Melalui Kasipenkum Kejati Aceh Munawal menjelaskan:

Penananganan Perkara Tindak Pidana Pengrusakan oleh Mursidah Binti Budiman berdasarkan tuntutan JPU Kejari Lhokseumawe

1. Bahwa Penanganan Perkara Tindak Pidana pengerusakan melanggar Pasal 406 ayat (1) KUHP an. Terdakwa Mursidah Binti Budiman, adapun kasus posisi sebagai berikut :

Pada hari Sabtu tanggal 24 November 2018 sekira pukul 16:30 Wib saksi korban Idawati Binti M. Samin membuka ruko/pangkalan tempat penjualan Gas Elpiji 3 (tiga) Kg bertempat di Dusun Meunasah Tuha Desa Meunasah Mesjid Kecamatan Muara Dua Kota Lhokseumawe, saat itu warga sudah mulai berdatangan untuk mengantri membeli gas Elpiji 3 Kg. Selanjutnya sekira pukul 19:30 Wib agen datang mengantar stok Gas Elpiji 3 Kg ke ruko/pangkalan milik saksi korban Idawati Binti M. Samin. Setelah itu, barulah saksi korban Idawati Binti M. Samin menjual gas elpiji 3 Kg kepada Masyarakat yang sudah mengantri, setelah masyarakat yang mengantri sudah terlayani dan tidak ada lagi yang mengantri, sekira pukul 21:28 Wib saksi korban Idawati Binti M. Samin menutup ruko/pangkalan-nya tersebut.

Selanjutnya sekira pukul 21:30 Wib terdakwa tidak melakukan pengantrian dan hanya menunggu diseberang jalan ruko milik saksi korban Idawati Binti M. Samin, setelah pangkalan tutup, terdakwa dengan membawa 2 (dua) tabung Gas Elpiji 3 KG langsung mendatangi ruko/pangkalan tempat penjualan Gas Elpiji 3 (tiga) Kg milik saksi korban Idawati Binti M. Samin tersebut dengan amarah sambil teriak-teriak menuduh saksi Idawati Binti M. Samin berbuat curang (menimbun) dan tidak mau memberikan Gas Elpiji 3 (tiga) Kg kepada terdakwa, kemudian langsung menghantamkan tabung gas Elpiji 3 Kg yang terdakwa bawa ke arah pintu ruko sebanyak 3 (tiga) kali sehingga mengakibatkan gagang kunci ruko tersebut patah.

Selanjutnya saksi korban Idawati Binti M. Samin membuka pintu rukonya dari dalam untuk keluar, saat pintu terbuka, terdakwa langsung memaksa masuk ke dalam ruko kemudian mengambil sebagian tabung gas yang ada di dalam ruko dengan melempar-lemparkannya ke lantai sehingga tabung gas Elpiji 3 Kg mengalami penyok dan sebagian keramik-nya mengalami retak-retak.

Bahwa akibat perbuatan terdakwa tersebut, gagang kunci pintu ruko milik saksi korban Idawati Binti M. Samin tidak dapat dipergunakan lagi, tabung gas Elpiji 3 Kg milik saksi korban Idawati Binti M. Samin yang dilempar terdakwa mengalami penyok dan sebagian hilang, dan lantai keramik ruko/pangkalan Gas Elpiji 3 Kg milik saksi korban Idawati Binti M. Samin mengalami kerusakan.

Sehingga pada tanggal 25 Meret 2019 saksi Idawati Binti M. Samin melaporkan terdakwa kepada Kepolisian Resor Lhokseumawe.

2. Adapun kronologi penanganan perkara sebagai berikut :

- Bahwa pada tanggal 27 Mei 2019 Kejaksaan Negeri Lhokseumawe menerima Surat Perintah Penyidikan Nomor: Sp.Sidik/177/V/2019/Reskrim tanggal 20 Mei 2019 dan SPDP/ 44/ V/2019/ RESKRIM tanggal 24 Mei 2019;

- Bahwa berdasarkan surat tersebut diatas, Kepala Kejaksaan Negeri Lhokseumawe mengeluarkan Surat Perintah Penunjukan Jaksa Penuntut Umum (P-16) dengan Nomor Print- 484 /L.1.12/Eku.1/05/2019 tanggal 28 Mei 2019;

- Bahwa pada tanggal 11 Juli 2019 penyidik mengirimkan Berkas an. Musidah Binti Budiman dengan Nomor: B/41.a/VI/2019/Reskrim tanggal 11 Juli 2019;

- Bahwa setelah Berkas Perkara tersebut diteliti oleh JPU, maka berkas tersebut layak untuk diajukan ke persidangan dengan menyatakan lengkap, selanjutnya menerbitkan P-21 Nomor: 1045/L.1.12/Eku.1/07/2019 tanggal 18 Juli 2019;

- Bahwa setelah berkas dinyatakan lengkap, Kepala kejaksaan Negeri Lhokseumawe menerbitkan P-16 A Nomor: Print- 638/L.1.12/Eku.2/07/2019 tanggal 25 Juli 2019 sebelum dilakukan tahap II;

- Bahwa setelah dilakukan tahap II, Kepala Kejaksaan Negri Lhokseumawe menerbitkan Surat Pelimpahan Perkara Acara Pemeriksaan Biasa (P-31) Nomor:1130/L.1.12/Eku.2/07/2019 tanggal 29 Juli 2019 sebelum dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Lhokseumawe;

- Bahwa pada hari Rabu tanggal 7 Agustus 2019 dilakukan pelimpahan Perkara an. Mursidah Binti Budiman dengan Acara Pemeriksaan Biasa ke Pengadilan Negeri Lhokseumawe;

- Bahwa setelah pelimpahan tersebut, Pengadilan Negeri Lhokseumawe mengeluarkan Surat Penetapan Hari Sidang Nomor: W1-U2/262/HK.01/VII/2019 tanggal 7 Agustus 2019 dan Penetepan Nomor: 102/Pid.B/2019/PN Lsm tanggal 07 Agustus 2019 dengan sidang pada hari Rabu tanggal 14 Agustus 2019;

- Bahwa sidang pertama pada hari Rabu tanggal 14 Agustus 2019, persidangan dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Jamaluddin, SH. dan anggota Majelis Hakim Mukhtar, SH dan Mukhtari SH dengan agenda pembacaan dakwaan terhadap terdakwa an. Mursidah Binti Budiman dengan dakwaan Pasal 406 ayat (1) KUHP;

- Bahwa sidang ke-dua pada hari Rabu tanggal 21 Agustus 2019, dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi yang terdiri dari saksi Idawati Binti M. Samin, saksi Fardiana Binti Jamaluddin, saksi Evi Silvia Binti Syeh Umar Abdullah, dan saksi Mulyadi Bin M. Kaoi.

- Bahwa sidang ke-tiga pada hari Senin tanggal 02 September 2019, dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi A De Charge terdiri dari saksi Irmawati alais Irma Binti Usman dan saksi Ritawati Binti M. Ali. Selanjutnya terdakwa dan penasehat hukum terdakwa meminta tambahan saksi A de Charge untuk dihadirkan pada sidang berikutnya;

- Bahwa sidang ke-empat pada hari Senin tanggal 09 September 2019 dengan agenda pemeriksaan saksi A De Charge, namun terdakwa dan penasehat hukum terdakwa tidak dapat menghadirkan saksi A de Charge;

- Bahwa sidang ke-lima pada hari Kamis tanggal 26 September 2019 dengan agenda pembacaan tuntutan oleh JPU;

- Bahwa sidang ke-enam pada hari Kamis tanggal 03 Oktober 2019 dengan agenda pembacaan Pledoi, namun terdakwa dan penasehat hukum terdakwa tidak dapat menyiapkan Nota Pembelaan (pledoi), dan meminta persidangan ditunda kembali;
- Bahwa sidang ke-tujuh pada hari Selasa tanggal 08 Oktober 2019 dengan agenda pembacaan Nota pembelaan (Pledoi) oleh penasehat hukum terdakwa;

- Bahwa sidang ke-delapan pada hari selasa tanggal 15 Oktober 2019 dengan agenda pembacaan tanggapan Jaksa Penuntut Umum (Replik) atas Nota pembelaan (Pledoi) penasehat hukum terdakwa, namun ketika JPU hendak membacakan Replik, terdakwa tidak hadir dalam persidangan, hanya penasehat hukum terdakwa yang hadir, dan penasehat hukum terdakwa meminta persidangan ditunda kembali, kemudian Majelis hakim memutuskan persidangan ditunda pada hari Selasa tanggal 29 Oktober 2019 dengan agenda pembacaan tanggapan Jaksa Penuntut Umum (Replik) atas Nota pembelaan (Pledoi) penasehat hukum terdakwa;

- Bahwa sidang ke-sembilan pada hari Selasa tanggal 29 Oktober 2019 JPU mebacakan Tanggapan Jaksa Penuntut Umum (Replik) atas Nota pembelaan (Pledoi) penasehat hukum terdakwa;

- Bahwa sidang ke-sepuluh yang akan dilaksanakan pada hari Selasa 5 November 2019 dengan agenda pembacaan Putusan oleh Majelis Hakim Penagadilan Negeri Lhokseumawe.

Penulis:Rol/redaksi
Rubrik:Headline

Komentar

Loading...