Kondisi Jalan Lintas Sumatera, Berlubang Dan Berlumpur

IMG-20191029-WA0037

Meulaboh, Acehportal.com- Jalan Lintas Sumatera yang berada di Desa Suak Puntong, Kecamatan Kuala, Nagan Raya kini tampak rusak parah dan berlumpur, sehingga dapat membahayakan pengendara yang hendak melintasi jalur tersebut.

Amatan Acehportal, Selasa (29/10/2019), pengendara baik roda dua dan empat berusaha menghindari lubang-lubang besar di jalan tersebut, lebih  tepatnya  berhadapan dengan gerbang masuk utama ke tempat penumpukan batu bara milik PLTU 1 dan 2  itu.

Sementara jalan yang berlumpur dimulai dari perbatasan Aceh Barat dan Nagan Raya hingga melewati PLTU itu disebabkan adanya angkutan tanah dari lokasi pembangunan PLTU 3 dan 4. Sebab, mobil yang melintas untuk menuju tempat penumpukan tanah kerap meninggalkan tumpahan tanah ukuran kecil dan debu.

Untuk mengantisipasi kotor dan debu, satu unit mobil tangki penyiram jalan  untuk melakukan penyiraman disepanjang jalan, itulah sebabnya jalan berlumpur dan meresahkan pengendara roda karena terlihat licin.

Salah seorang pengendara, Firmansyah mengaku khawatir dengan keadaan tersebut jika terus dibiarkan. Sebab, bila belum dilakukan penanganannya, ditakutkan akan adanya korban. Apalagi titik jalan berlumbang hampir menyerupai aspal, sehingga sangat berisiko bagi pengguna kendaraan, terutama pada saat malam hari.

Untuk melewati jalan di Dusun Gelanggang Merak, Desa Suak Puntong itu, kata dia, harus ekstra hati-hati supaya jangan sempat tergelincir, karena kondisi jalan tersebut sudak memasuki tahapan rusak parah dan banyak berlubang ditambah genangan air membuat jalan tersebut menjadi licin.

Kerusakan jalan tersebut sambungnya, sudah berlangsung lama, sangat sulit jika hendak berpergian dengan pakaian bagus dan rapi kalau harus melintasi jalan itu. Karena percikan air becekan menyebabkan baju menjadi kotor.

Dikatakan Firman, dirinya memang rutin melintas disana untuk keperluan kerja, terkadang dia harus memakai jas hujan jika terburu buru agar tidak terlambat menghadiri kegiatan, baik dari rumah menuju tempat kerja maupun pulang ke keluarga.

“Lewat sini kita harus pelan pelan dan hati kalau tidak akan kena percikan dari becekan dan mengerem tiba tiba dapat terjatuh, bahkan sudah pernah kecelakaan. Jadi kalau misalnya ada kegiatan penting makanya saya memakai mantel agar baju tidak kotor karena becek yang dipercik kendaraan lain,” tandasnya.

Penulis:Dan
Rubrik:Daerah

Komentar

Loading...