Hendri Yono: Pemuda Aceh Selatan Harus Bangkit Menjadi Agen Perubahan

Diskusi tentang kepemudaan dalam rangka Peringatan hari sumpah pemuda ke 91 tahun 2019

BANDA ACEH, ACEHPORTAL.COM - Peringatan hari sumpah pemuda ke 91 tahun 2019 tidak sebatas acara seremoni semata namun pemuda Aceh khususnya Aceh Selatan harus bangkit sebagai agen perubahan.

Hal tersebut disampaikan putra Aceh Selatan yang juga anggota DPRA Hendri Yono dalam diskusi kepemudaan yang diselenggarakan di Banda Aceh.

"Generasi muda merupakan potensi dan aset pembangun manusia yang sangat besar dan sangat memiliki peran serta serta posisi yang sangat vital dalam kehidupan masyarakat, berbangsa, dan bernegara atau dapat dikatakan pula generasi muda turut andil dalam kehidupan berbangsa khususnya di Aceh,"ujar Hendri.

Hendri Yono menyebutkan, generasi muda sudah seharusnya berperan aktif sebagai kekuatan moral, kontrol sosial, dan agen perubahan (agent of changes) dalam segala aspek kehidupan serta pembangunan nasional.

Dia mengatakan, generasi muda terutama pemuda Aceh Selatan harus dapat berbenah dan harus dapat mengambil andil dalam setiap pembangunan daerah yaitu Aceh Selatan.

“Kita ketahui Aceh Selatan saat ini masih tertinggal, dalam hal ini para pemuda harus dapat mengambil peran, seperti memberikan masukan dan saran kepada Pemerintah, sehingga Aceh Selatan dapat bangkit dari ketertinggalan,” terang Hendri lagi.

Kegiatan diskusi yang dipandu oleh Razikin tersebut dihadiri oleh beberapa panelis, di antaranya Darmansyah (mantan Kadispora Aceh, Hendri Yono (anggota DPRA), Wahyu dan Dedy Saputra selaku ketua PAS, serta turut dihadiri oleh pemuda Aceh Selatan yang berada di Banda Aceh.

Darmansyah dalam diskusi tersebut juga mengatakan bahwa, peran pemuda saat ini sangat dibutuhkan dalam berbagai hal, termasuk juga PAS yang memiliki tugas dan PR yang harus diselesaikan.

“Cukup banyak tugas dan PR yang belum tuntas, itu harus diselesaikan, dan itu semua harus tuntas pada periode ,” ujarnya.

Sementara Wahyu, salah satu tokoh Aceh Selatan menjelaskan, peran pemuda di Indonesia maupun Aceh memiliki regulasi dalam menampung aspirasi dan membangun perubahan.

“Pemuda itu harus berfikir maju, harus berfikir ke depan. Apabila pemuda yang berfikir mundur, itu juga disebut disintegrasi, dan ini harus diperbaiki,” ujar Wahyu.

Penulis:Rol/redaksi
Rubrik:DPRA

Komentar

Loading...