Ini Kata BNN terkait Penembakan Bandar Sabu di Aceh Timur

Arman Depari

IDI, ACEHPORTAL.COM - Lukman (30), warga Idi Rayeuk, Aceh Timur yang tewas ditembak petugas BNN di Aceh Timur, Minggu (27/10/2019) kemarin adalah bandar narkoba berjaringan. Dalam penyergapan kemarin, BNN juga menyita narkoba jenis sabu dan ekstasi.

Hal ini diketahui dari Deputi Bidang Pemberantasan BNN RI, Irjen Pol Arman Depari, Senin (28/10/2019). Deputi mengatakan, Lukman merupakan penyuplai narkoba kepada Dastur, petugas sipir Lapas Langsa yang ditangkap bersama istrinya beberapa waktu lalu.

"Hasil analisis dan pengembangan beberapa kasus yang lalu, BNn menerima informasi tentang penyelundupan narkoba dari Malaysia ke Indonesia melalui jalur laut di daerah Aceh yg dilakukan olek tersangka Lukman Hakim (DPO)," ujarnya.

Arman Depari menjelaskan, Lukman ditenggarai telah beberapa kali menyelundupkan narkoba. Tercatat, terakhir adalah kasus penangkapan terhadap sepasang suami-istri (pasutri) bernama Dustur, Sipir Lapas Langsa yang mana barang bukti yang diamankan dari rumah Dustur berasal dari Lukman.

"Hasil pendalaman dan penyelidikan atas informasi itu, BNN menangkap Samsul dan menyita 38 bungkus sabu serta ekstasi yang sebagian disembunyikan dengan cara ditanam dalam tanah di daerah pertambakan di Idi Rayeuk," ungkapnya.

Menurut pengakuan Samsul kepada petugas, narkotika yang diamankan tersebut berasal dari Lukman. Akhirnya, kemari petugas mengejar Lukman yang melarikan diri ke perkebunan warga. Meski sempat diberikan tembakan peringatan, namun Lukman tetap melarikan diri dan melawan petugas.

"Maka dilakukan penembakan terukur untuk melumpuhkan, setelah dilumpuhkan kita berikan pertolongan dengan membawa yang bersangkutan ke puskesmas, namun dinyatakan meninggal dunia," kata jenderal bintang dua tersebut.

Hari ini, sambung pria yang berpenampilan rambut gondrong tersebut, tim BNN kembali menangkap tersangka lainnya yakni Jamaluddin, Jumadi serta Muksal dan Junaidi. Pihaknya juga mengamankan enam bungkus besar sabu yang diperkirakan mencapai enam kilogram.

"Barang bukti pengungkapan kasus ini adalah 36 kilogram sabu serta 80 ribu butir ekstasi dan lainnya, kemudian diamankan beberapa unit mobil dan motor, kapal kayu, sejumlah alat komunikasi seperti handphone, uang tunai senilai Rp 55 juta beserta kartu identitas," jelasnya.

Menurut catatan BNN, Lukman setidaknya telah empat kali menyelundupkan narkoba ke Indonesia dari Malaysia yang dibawa melalui jalur laut dan serah terima antar kapal ke kapal (metode Ship to Ship) pada koordinat yang telah ditentukan di tengah laut.

Lukman juga telah masuk dalam Daftar pencarian orang (DPO /47/-INTD/X/2019/BNN) dalam kasus kepemilikan narkoba dan bekerja sama dengan sipir Lapas Langsa bernama Dustur dan dalam upaya penangkapan Lukman tewas tertembak dan meninggal dunia.

Penulis: Hafiz
Rubrik: News

Komentar

Loading...