BI dan Pemkab Aceh Barat Bahas Pengembangan Ekonomi

IMG-20191017-WA0016

Banda Aceh, Acehportal.com - Bank Indonesia Aceh bersama Pemkab Aceh Barat membahas perkembangan ekonomi di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, Rabu (16/10/2019) kemarin. Tujuan audiensi adalah untuk konsultasi pengembangan ekonomi dan pengendalian inflasi di Aceh Barat.

Jajaran Pemkab Aceh Barat yang hadir dalam audiensi tersebut yakni Sekretaris Daerah, Adonis, Kepala Bappeda, Syahril, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan, Safrizal, Kepala Bagian Ekonomi, Armaikandi, Kepala Bagian Keuangan, Teuku Mulyani dan Kepala Bidang Sarana Prasaran Dinas Pertanian, Maswir.

Kepala Bank Indonesia Provinsi Aceh, Z Arifin Lubis memberikan masukan kepada Pemkab Aceh Barat, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, perlu dilakukan langkah strategis pengembangan sektor-sektor ekonomi yang memiliki daya ungkit tinggi dan fokus pada komoditas unggulan yang dikembangkan dari hulu ke hilir secara terintegrasi.

"Berdasarkan kajian Bank Indonesia, sektor ekonomi yang berdaya ungkit tinggi diantaranya sektor pertanian, kehutanan dan perikanan dengan komoditas unggulan antara lain padi, cabai merah, kelapa sawit dan ikan tangkap," katanya.

"Untuk menjadi akselerator perekonomian, komoditas unggulan tersebut perlu dikembangkan secara bisnis dengan menghasilkan nilai tambah yang tinggi melalui industri hilir yang terkait dengan sektor hulunya," tambahnya.

Sekretaris Daerah, Adonis mengungkapkan, Aceh Barat memiliki kebun sawit milik rakyat, namun tidak dapat memperoleh hasil sawit yang memadai karena harganya yang tidak stabil/berfluktuatif.

"Untuk itu, diperlukan pembangunan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang dapat mendukung hasil sawit dari petani," ungkap Adonis.

Sementara, Kepala Dinas Pertanian, Safrizal menambahkan, komoditas unggulan di Aceh Barat adalah beras dan cabai merah yang perlu untuk terus dikembangkan.

"Aceh Barat dahulu memiliki komoditas unggulan lain yaitu kacang tanah, sehingga diwacanakan untuk dikembangkan kembali," katanya.

Kabag Ekonomi, Armaikandi menyatakan, saat ini, pihaknya sudah mengoptimalkan penggunaan lahan tidur di Aceh Barat yang mana salah satunya berkat kerjasama yang erat dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI).

"Pentingnya jalan lintas tengah yang menghubungkan wilayah pantai barat Aceh dengan wilayah pantai timur Aceh, sehingga perdagangan antar wilayah lebih lancar dan menurunkan biaya transportasi," jelasnya.

Dalam audiensi ini, Pemkab Aceh Barat bermaksud mengadakan seminar yang bertema "Sinergisitas Pemerintah Daerah, BI dan TNI dalam mendorong Pertumbuhan Ekonomi dan Pengendalian Inflasi di Daerah".

Seminar ini dimaksudkan dalam rangka mempercepat pengembangan ekonomi daerah melalui kerjasama yang sinergis antar institusi terkait khususnya Pemkab yang bertanggung jawab langsung dalam pembangunan daerah di tingkat kabupaten.

Bank Indonesia sebagai otoritas moneter yang menjalankan fungsi advisory-nya dalam mendorong pengembangan sektor riil, TNI yang berperan dalam menjaga kondusifitas daerah, serta perguruan tinggi yang menjadi sumber kajian/penelitian untuk pengembangan ekonomi.

Penulis:Hafiz
Rubrik:Ekonomi

Komentar

Loading...