Bandar Narkoba asal Aceh Timur Meninggal di Lapas Batu Nusakambangan

ilustrasi

BANDA ACEH, ACEHPORTAL.COM - Terpidana mati kasus narkoba, Azhari, warga Aceh Timur meninggal dunia, Senin (14/10/2019) kemarin. Informasi ini pun mengejutkan tim penasehat terpidana dari Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA).

Ketua YARA, Safaruddin mengatakan, pihaknya terkejut dengan kabar yang diterima sore kemarin dari keluarga napi lainnya di Aceh Timur yang merupakan satu perkara dengan Azhari.

"Setelah itu saya langsung menghubungi Dirjen Pemasyarakatan untuk memastikan informasi tersebut dan Dirjen membenarkan berita itu, disampaikan jenazah saat ini (sore kemarin) masih di RS Cilacap," ujarnya Selasa (15/10/2019).

Saat dikonfirmasi ke pihak lainnya yakni pihak Lapas Batu, Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah yang merupakan tempat Azhari ditahan, pihak Lapas juga mengatakan hal yang sama dan sedang berkoordinasi dengan Dinsos Aceh terhadap pemulangan jenazah dengan pesawat ke Banda Aceh.

"Sampai hari ini jenazah Azhari masih di RS Cilacap belum bisa dikirim ke Aceh karena terkendala dengan biaya transportasi, petugas yang akan mengantar jenazah Azhari ke Banda Aceh dua orang, sementara untuk biaya pemulangan jenazah sebesar Rp 32 juta sudah ditanggung oleh Dinsos Aceh. Itu info yang kami terima dari Pak Irmas, pejabat Lapas Batu Nusakambangan," ungkapnya.

Kematian Azhari sangat mengejutkan pihaknya. Pasalnya, saat bertemu di Lapas Batu Nusakambangan untuk menandatangani surat kuasa pada 15 Juni lalu untuk pengajuan Peninjaun Kembali (PK) perkaranya, Azhari masih terlihat sehat dan segar. Jadi, katanya, sangat aneh ketika kemarin dikabarkan meninggal dunia.

"Menurut sumber dari yang pernah mendekam di Lapas Batu Nusakambangan, penahanan di Lapas itu sangat tidak manusiawi. Tahanan dikurung 24 jam berbulan bulan dalam ruangan berukuran sempit sendirian, hal ini membuat tahanan depresi dan menimbulkan berbagai penyakit yang sampai membuat tahanan sampai meninggal dunia. Tahanan hanya dikeluarkan untuk dijemur selama 15 menit dengan tangan tetap diborgol setelah dikurung selama 3 bulan," beber Safar.

Perlakuan ini, kata Safaruddin, dinilai sangat tidak manusiawi. Pihaknya juga endesak kepada Komnas HAM, Ombudsman dan Komisi III DPR RI agar mendesak pemerintah menutup Lapas Batu karena proses pembinaan yang di lakukan sangat tidak mansiawi.

"Untuk kasus Azhari kami minta agar Komnas HAM, Ombudsman dan Komisi III melakukan penyelidikan terhadap kematiannya," tutupnya.

Penulis:Hafiz
Rubrik:News

Komentar

Loading...