20 Hari Lebih Tak Pulang, Diketahui Nelayan Banda Aceh Ditangkap di India 

Nelayan melakukan Tarik Pukat di Gampong Jawa

Banda Aceh, Acehportal.com - Tiga nelayan Aceh yakni Munazir (33), Kaha (33) dan Man (20) yang berasal dari Gampong Jawa, Kecamatan Kutaraja, Banda Aceh dilaporkan belum kembali sejak 20 hari lebih melaut. Mereka, diketahui melaut sejak 17 September 2019 lalu.

Informasi dari Sekjen Panglima Laot Aceh, Miftach Cut Adek, laporan dan informasi ini diperoleh dari keluarganya yakni istri dan ibu kandung Munazir yang datang langsung ke Kantor Panglima Laot Aceh dengan membawa seorang bayi berusia 2 tahun pada 5 Oktober 2019 lalu.

"Mereka berangkat melaut menggunakan kapal dengan kapasitas 7 GT bernama KM Athiya 02 melalui pelabuhan kecil Gampong Jawa," ujarnya beberapa waktu lalu.

Diperkirakan, para nelayan ini melaut dan mencari ikan di sekitar 50 hingga 100 Mil dari Banda Aceh atau tepatnya di sekitar laut Aceh diatas (Pulo Aceh). Biasanya, kata Miftach, mereka pulang paling lama 12 hari sekali.

Kehilangan tiga orang nelayan ini sendiri dicurigai karena pengaruh dari kabut asap beberapa hari yang lalu yang melanda wilayah Aceh.

Pada hari keempat, ketiga nelayan sempat bertemu dengan salah satu kapal pukat. Salah seorang awak kapal itu yang juga teman dari nakhoda KM Athiya menceritakan, saat bertemu kapal tersebut beserta tiga ABK-nya dalam keadaan baik.

"Menurut keterangan, mereka sudah mendapatkan 4 ekor ikan tuna besar. Hari kelima, pada hari itu juga di Aceh sedang kabut asap, ketiga nelayan hilang kontak dan tidak bisa dihubungi lagi, baik dengan mengunakan radio maupun dengan menggunakan handphone," jelasnya.

Laporan ini pun diteruskan lembaga Panglima Laot Aceh kepada Pemerintah Aceh dan SAR Aceh serta PSDKP untuk dapat melacak keberadaan mereka. Pihaknya curiga, ketiga nelayan saat hari kelima melaut tersesat dan masuk ke wilayah perairan India atau Thailand dan ditangkap oleh angkatan laut negara itu.

"Panglima Laot Aceh berharap agar semua pihak agar bisa berdoa agar ketiga nelayan ini bisa ditemukan dalam keadaan selamat," katanya beberapa hari lalu.

Informasi terbaru yang diterima hari ini, Jumat (11/10/2019), ternyata ketiganya memang benar ditangkap oleh kepolisian negara tetangga sekitar 20 hari lalu. Saat ini, ketiga nelayan itu masih ditahan di Andaman, India.

"Ini sesuai dengan datanya, kapal yang ditangkap kepolisian Andaman India bernama KM Athiya 02, mereka diduga melewati batas perairan India. Mereka murni kecelakaan karena terjebak kabut asap jadi tidak tahu arah pulang," ungkapnya.

Saat ini, lembaga Panglima Laot Aceh akan menyurati Pemerintah Aceh dan KBRI serta pihak PSDKP agar dapat membantu melepaskan para nelayan yang tertahan di India ini.

Penulis:Hafiz
Rubrik:News

Komentar

Loading...