Selundupkan Sabu 20 Kg Sipir Lapas Langsa Serta Istrinya Ditangkap

BNNP AcehDeputi Pemberantasan BNN RI, Irjen Pol Arman Depari didampingi Kepala BNNP Aceh, Brigjen Pol Faisal Abdul Naser dan sejumlah pejabat menggelar konfrensi pers terkait sipir selundupkan sabu.

LANGSA, ACEHPORTAL.COM - Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia kembali mengungkap kasus narkotika jenis sabu dalam jumlah besar di kawasan Aceh Timur. Pengungkapan kasus kali ini juga melibatkan pihak BNNP Aceh, BNNK Langsa, Bea Cukai, TNI/Polri dan lainnya.

Pengungkapan dilakukan Senin (7/10/2019) siang kemarin di kawasan Gampong Jalan, Kecamatan Ini Rayeuk, Aceh Timur. Petugas mengamankan dua tersangka yakni Dusthur (33), Sipir Lapas Klas II B Langsa dan istrinya Nur Maida (31), IRT yang merupakan warga Aceh Timur.

Deputi Pemberantasan BNN RI, Irjen Pol Arman Depari didampingi Kepala BNNP Aceh, Brigjen Pol Faisal Abdul Naser dan sejumlah pejabat lain mengatakan, kasus ini terungkap atas informasi masyarakat tentang adanya pengiriman narkotika dari Malaysia menuju ke perairan Aceh Timur dengan menggunakan boat.

"Tim BNN melakukan penyelidikan, dicurigai ada salah satu oknum ASN yang bertugas di Lapas Klas II B Langsa terlibat dalam peredaran gelap narkotika itu," ujarnya saat konferensi pers di Langsa, Jumat (11/10/2019).

Kemudian, tim kemudian melakukan pendalaman penyelidikan dan menangkap Dusthur di kawasan Langsa. Kepada petugas, Dusthur mengaku menyimpan sabu dalam jumlah banyak di rumahnya yang berada di Idi Rayeuk, Aceh Timur.

Setiba di rumah Dusthur, petugas langsung melakukan pengepungan dan mengamankan istrinya yakni Nur Maida. Saat itu, Nur Maida menunjukkan kepada petugas tempat penyimpanan barang terlarang tersebut.

"Sabu disimpan di sebelah lemari dapur rumah, ditemukan satu karung putih berisi 19 bungkus sabu yang mana per bungkus seberat satu kilogram. Tersangka Dusthur juga menunjukkan sabu lainnya yang disimpan di dalam lemari dapur sebanyak satu bungkus ukuran sedang," jelas Arman.

Dari pengakuan Dusthur, awalnya ia menerima sabu sebanyak 48 kilogram. Namun saat ditangkap, sabu yang tersisa hanya 20 kilogram sementara yang lainnya sudah didistribusikan sebanyak 28 kilogram, baik diantar sendiri maupun ada yang mengambil ke rumahnya.

Selain mengamankan 20 kilogram lebih sabu, petugas juga mengamankan barang bukti lain seperti sebuah mobil Honda Civic, dua unit handphone serta sejumlah kartu identitas milik kedua tersangka.

"Masih dilakukan pengejaran terhadap sejumlah pelaku lainn yang diduga terlibat dalam kasus penyelundupan narkoba ini.Kedua tersangka diancam dengan Pasal 114 ayat 2 jo Pasal 112 ayat 2 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika," tambah jenderal bintang dua tersebut.

Diketahui, Aceh Timur merupakan salah satu daerah rawan penyelundupan narkoba dan menjadi pintu masuk dari Malaysia yang merupakan daerah pemasok terbanyak ke Indonesia.

Penyelundupan biasa dilakukan dengan menggunakan kapal penangkap ikan (speed boat) melalui jalur laut, baik secara langsung dijemput di Malaysia maupun dengan cara serah terima di koordinat tertentu (ship to ship) di tengah laut.

Penulis:Hafiz
Rubrik:Headline

Komentar

Loading...