Bandar 35 Kilogram Sabu Didor di Bener Meriah

Kepala BNNP Aceh, Brigjen Pol Faisal Abdul Naser

BANDA ACEH, ACEHPORTAL.COM - Tim gabungan BNNP Aceh, BNNK Langsa dan Polda Aceh melakukan upaya penangkapan terhadap bandar sabu bernama Ridwan Ilyas Jamil, warga Aceh Timur yang beberapa waktu lalu menyelundupkan 36, 4 kilogram sabu ke Pelabuhan Merak, Banten, Senin (30/9/2019) kemarin.

Namun, pelaku terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas karena berusaha kabur dari kejaran petugas. Pria yang menjadi DPO Direktorat Interdiksi BNN RI sejak tanggal 24 Mei 2019 lalu ini pun tewas setelah diterjang peluru petugas.

Kepala BNNP Aceh, Brigjen Pol Faisal Abdul Naser dalam konferensi pers di Kantor BNNP Aceh, Selasa (1/10/2019) mengatakan, upaya penangkapan pelaku dilakukan tim gabungan di Bener Meriah setelah diperoleh informasi tentang keberadaannya. Selama ini, Ridwan diketahui bersembunyi di Bener Meriah.

"Berkoordinasi dengan BNNK Langsa, Tim BNNP Aceh dan Polda Aceh melakukan penggerebekan, saat akan ditangkap tersangka berusaha kabur dengan sepeda motornya," ujarnya didampingi Kepala BNNK Banda Aceh, Hasnanda Putra dan Kabid Berantas, Amanto.

Petugas pun sempat memberikan tembakan peringatan ke udara namun tak diindahkan. Tim kemudian melakukan tindakan tegas terukur dengan menembak tersangka. Ridwan pun tewas dalam perjalanan ke rumah sakit Bireuen. Saat ini, jasadnya dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Aceh di Banda Aceh untuk divisum.

Penyelundupan 36,4 kilogram sabu di Pelabuhan Merak, Banten sendiri terungkap setelah adanya informasi dari masyarakat yang mengatakan tentang pengiriman sabu via truk bermuatan kubis (kol) dari Kabanjahe, Sumatera Utara menuju Jakarta pada Mei lalu.

Dari informasi tersebut, tim BNN melakukan pembuntutan terhadap mobil yang dimaksud dari wilayah Lampung hingga menyeberang ari Bakauheni ke Pelabuhan Merak. Tim lalu memberhentikan truk dan digiring ke area SPBU kawasan Jalan Terusan Tol Jakarta-Merak Kilometer 2, Cikuasa Atas, Kelurahan Gerem, Kecamatan Gerogol, Cilegon.

"Setelah dibongkar seluruh muatan truk itu, tepatnya Rabu (22/5/2019) dinihari, tim menemukan 35 bungkus sabu seberat 36,4 kilogram di dinding bak belakang truk. Satu tersangka sebagai sopir bernama Munzir diamankan, sedangkan seorang lainnya adalah saksi dari kasus itu yang berprofesi sebagai kenek," ungkap Faisal.

Dari pengakuan Muazir, sabu itu diperoleh dari Riski. Pengembangan pun dilakukan sehingga tersangka Riski Ariananda ditangkap di kawasan Gampong Jawa, Kecamatan Langsa, Langsa beberapa waktu lalu.

Selain mengamankan truk dan 36,4 kilogram sabu, petugas juga mengamankan sejumlah kartu identitas tersangka serta beberapa unit handphone yang digunakan.

"Saat ini masih diproses dan masih dikembangkan untuk mengejar tersangka lainnya yang diduga terlibat," tambah jenderal bintang satu tersebut.

Penulis:Hafiz
Rubrik:Headline

Komentar

Loading...