Jokowi: Saya Akan Telepon Kapolri, Agar Penanganan Demo Tak Represif

Foto: Presiden Jokowi (Andhika Prasetia/detikcom)

Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menanggapi soal dugaan kekerasan yang dilakukan aparat selama menangani demo di sekitar gedung DPR. Jokowi akan menelepon Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk membicarakan penanganan demo.

"Tadi juga sudah kami dapat masukan mengenai itu, nanti akan saya telepon langsung kepada Kapolri agar dalam menangani setiap demonstrasi itu dilakukan dengan cara-cara yang tidak represif, yang terukur," kata Jokowi dalam jumpa pers bersama para tokoh di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Kamis (26/9/2019).

Jokowi lalu menyinggung aksi anarkis pada Rabu (25/9) malam hingga dini hari tadi. Jika situasi sudah demikian, Jokowi mengatakan polisi memang harus melakukan tindakan tegas.

Tapi kalau sudah anarkis seperti tadi malem... ya memang harus tindakan tegas," kata Jokowi.

Tito Karnavian sebelumnya menyebut demonstrasi yang berujung ricuh di sekitar gedung DPR semalam mirip dengan kerusuhan pada 21-23 Mei 2019. Dia mengatakan ada massa bayaran.

Tito mengatakan polisi sudah mengamankan lebih dari 200 orang yang diduga terlibat kericuhan dan mendapat bayaran saat demonstrasi di sekitar DPR. Menurut Tito, ada molotov yang diamankan dari mereka yang ditangkap.

"Ini mirip dengan pola kerusuhan 21-23 Mei dimulai sore hari dan berlangsung sampai malam hari dan ini kita lihat cukup sistematis, artinya ada pihak-pihak yang mengatur ini," kata Tito di Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (26/9).

"Molotov bukan mahasiswa yang ditangkap juga sebagian di antaranya bukan mahasiswa, bukan pelajar, mereka masyarakat umum yang ketika ditanya juga mereka nggak paham tentang RUU apa, RUU apa, bahkan ada yang mendapat bayaran," tuturnya

Sumber:Detik.com
Rubrik:Nasional

Komentar

Loading...