3 Anggota KKB Abu Razak Menyerah, 2 di Bireuen dan Seorang Lain di Aceh Timur

IMG_20190920_203523

BANDA ACEH, ACEHPORTAL.COM - Tiga orang anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang dipimpin Abu Razak menyerahkan diri ke polisi. Dua orang diantaranya menyerahkan diri ke Polres Bireuen, sementara satu orang lainnya menyerahkan diri ke Polres Aceh Timur.

Dir Reskrimum Polda Aceh, Kombes Pol Agus Sarjito yang dikonfirmasi Jumat (20/9/2019) sore membenarkan hal ini. "Bireuen dua orang tanpa senjata api lalu satu orang di Aceh Timur beserta senjata api," ujarnya.

Diketahui, seorang anggota KKB Abu Razak yang menyerahkan diri di Aceh Timur berinisial AM alias Raider (42), Tukang Batu, warga Kecamatan Peureulak Timur, Aceh Timur. Ia menyerahkan diri ke polisi Jumat (20/9/2019) dinihari sekitar pukul 01.00 WIB.

"Yang bersangkutan menyerah setelah dilakukan penggalangan oleh tim. Penggalangan agar yang bersangkutan menyerah juga dilakukan terhadap pihak keluarga dan seorang rekannya," jelas Direktur.

Dari AM alias Raider, polisi mengamankan sepucuk senjata api laras panjang jenis AK-47 beserta sebuah magazen dan sejumlah amunisi aktif. Diketahui, ia kini masih diamankan di Mapolres Aceh Timur dan mengaku bersungguh-sungguh kembali ke NKRI.

"Tim di lapangan khususnya Jatanras saat ini masih melakukan penggalangan terhadap anggota lainnya yang masih ada di Aceh Timur seperti SM dan RD," kata Agus lagi.

*Dua Orang Menyerah di Bireuen

Sementara, dua orang lainnya yang merupakan anggota KKB Abu Razak menyerahkan diri di Bireuen. Keduanya menyerah pada Rabu (18/9/2019) dinihari kemarin ke Mapolsek Samalanga Polres Bireuen.

Kedua anggota KKB itu berinisial SF (31), warga Kecamatan Simpang Mamplam dan HS alias Apek (35), warga Kecamatan Peudada, Bireuen. Diketahui, keduanya menyerah setelah adanya imbauan dari Kapolres Bireuen agar kelompok tersebut menyerahkan diri.

"Saat ini keduanya masih diamankan di Mapolres Bireuen, diduga keduanya memang terlibat dalam kejahatan yang dilakukan KKB Abu Razak," tambah Direktur.

Sementara, terkait adanya penyebaran video singkat di sejumlah media sosial terkait pengancaman terhadap warga yang bukan bangsa Aceh, hingga kini polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Penulis:Hafiz
Rubrik:Headline

Komentar

Loading...