DPRA dan Pemerintah Aceh Sepakati RAPBA 2020 Rp.17,2 Triliun

Foto bersama pimpinan DPRA dengan Sekda Aceh

BANDA ACEH, ACEHPORTAL.COM - DPRA bersama Pemerintah Aceh saat ini tengah membahas rancangan Qanun Aceh tentang APBA T.A 2020, ditargetkan pengesahan RAPBA 2020 dilaksanakan akhir September ini sebelum pelantikan anggota DPRA yang baru.

Pembahasan RAPBA 2020 dimulai setelah pembukaan sidang paripurna di DPRA dengan agenda Penyampaian Nota Keuangan dan Rancangan Qanun Aceh tentang APBA T.A 2020, Kamis (19/9/2019).

Wakil Ketua DPRA Sulaiman Abda yang memimpin sidang tersebut menyampaikan ada dua hal yang harus diperhatikan Pemerintah Aceh dalam menyusun RAPBA tahun anggaran 2020 yakni, mensinkronkan kegiatan yang ditetapkan dalam APBA sesuai dengan program nasional yang fokus pada 5 prioritas pembangunan nasional.

Adapun lima perioritas tersebut diantaranya, pembangunan manusia dan pengentasan kemiskinan, infrastruktur dan pemerataan wilayah, peningkatan ekonomi,  pemantapan energi pangan dan sumber daya air, dan stabilitas keamanan nasional. selain itu perlu disinkronkan penyusunan RAPBA dengan peraturan pemerintah nomor 12 tahun 2019 tentang pengelolaan keuangan daerah.

Pagu akhir yang disepakati antara eksekutif dan legislatif terkait besarnya anggaran belanja untuk membiayai berbagai program dan kegiatan dalam tahun anggaran 2020 adalah sebesar Rp. 17.279.528.340.753,-(tujuh belas triliun dua ratus tujuh puluh sembilan milyar lima ratus dua puluh delapan juta tiga ratus empat puluh ribu tujuh ratus lima puluh tiga rupiah) atau mengalami peningkatan
sebesar 1,01% dari tahun anggaran sebelumnya sebesar
Rp. 17.104.324.024.413,-.

Sulaiman Abda menambahkan, penanganan permasalahan pembangunan yang mendesak seperti penurunan angka kemiskinan, kemudahan akses kesehatan, pengurangan kesenjangan antara wilayah, peningkatan ketahanan pangan dan energi, penguatan dinul Islam, peningkatan investasi, pertumbuhan industri kreatif, optimalisasi sdm, mitigasi bencana, reformasi birokrasi dan penguatan perdamaian, harus menunjukan hasil nyata di lapangan sehingga dapat dirasakan masyarakat serta adanya perkembangan yang berarti dalam penyelesaian masalah tersebut.

Demikian juga pertumbuhan ekonomi makro yang menjadi unggulan dalam menghadapi resesi ekonomi global, harus terus kita berdayakan. pentingnya stabilitas ekonomi mengharuskan pemerintah aceh untuk menciptakan dan menjaga kestabilan ekonomi dengan memantapkan kebijakan di bidang ekonomi makro yang dapat digunakan untuk menentukan arah-arah kebijakan seperti pertumbuhan ekonomi, kestabilan harga, masalah tenaga kerja atau menyeimbangkan neraca pendapatan.

Sementara itu Plt.Gubernur Aceh Nova Iriansyah yang diwakilkan Sekda Aceh Taqwallah menghadiri sidang tersebut menyampaikan bahwa RAPBA Tahun Anggaran 2020 telah lebih aspiratif dan rasional, sehingga tuntutan kebutuhan pembangunan untuk peningkatan kesejahteraan rakyat dapat kita wujudkan dengan menetapkan pencapaian tujuan pembangunan Aceh berdasarkan enam prioritas pembangunan Aceh yang telah diselaraskan dengan 15 program unggulan Gubernur Aceh sebagaimana yang tertuang dalam Rencana Kerja Pemerintah Aceh Tahun 2020.

Adapun enam Prioritas RKPA Tahun 2020 yaitu : 1. Hilirisasi Komoditas dan Peningkatan Daya Saing, Produk/Jasa Unggulan; 2. Pembangunan Infrastruktur Terintegrasi; 3. Peningkatan Kualitas Lingkungan dan Penurunan Risiko Bencana; 4. Pembangunan Sumber Daya Manusia; 5. Reformasi Birokrasi dan Penguatan Perdamaian; dan 6. Penguatan Penerapan Dinul Islam dan Budaya Aceh.

Rubrik:DPRA

Komentar

Loading...