Penyebab Sakit Gigi Berlubang Masih Tinggi di Aceh

IMG-20190913-WA0050

Banda Aceh, Acehportal.com - Persentase persoalan gigi dan mulut yang diakibatkan oleh masalah gigi berlubang atau penderita karies masih tergolong tinggi di Aceh.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua DPD Persatuan Terapis Gigi dan Mulut Indonesia (PTGMI) Provinsi Aceh pada pembukaan rapat kerja nasional (Rakernas) di Banda Aceh, Jum'at (13/09/19)

Ia mengatakan, pihaknya akan terus melakukan langka-langkah pencegahan, baik melalui fasilitas kesehatan maupun langsung berhadapan dengan masyarakat.

"Kita terus melakukan upaya pencegahan dengan pendekatan promotif dan prepentif. Upaya diluar klinik itu digelorakan, kita suarakan untuk memberikan penyuluhan kepada masyarakat dengan berbagai cara," ungkapnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, penyebab gigi berlubang ini karena memang perilaku masyarakat Aceh yang belum banyak memahami kapan sebaiknya menyikat gigi.

Sebenarnya, menyikat gigi itu dilakukan bukan hanya dua kali dalam sehari, malah lebih baik sampai tiga kali. Yaitu sesudah sarapan pagi, makan siang dan ketika mau tidur malam.

"Karena itu, kita akan terus meningkatkan kinerja dengan pendekatan terukur baik secara promotif dan preventif sebagai langkah pencegahan gigi berlubang," pungkas Nasri.

Sementara itu, Ketua DPP PTGMI, Epi Nopiah mengatakan PTGMI merupakan organisasi profesi tunggal yang senantiasa berupaya untuk memperteguh komitmen pengabdian pelayanan kesehatan gigi dan mulut dalam rangka mendukung tercapainya tujuan pembangunan kesehatan.

"Oleh karenanya kami berkewajiban untuk terus menerus meningkatkan kualitas kompetensi anggota PTGMI melalui perbaikan standar profesi, standar pendidikan dan standar pelayanan, program pendidikan dan pelatihan berkelanjutan serta upaya perbaikan kesejahteraan anggota," kata Epi Nopiah dalam sambutannya.

Pihaknya akan berada diujung tombak pelayanan kesehatan gigi dan mulut dengan memberikan pendidikan kesehatan baik di fasilitas-fasilitas tertentu maupun di kalangan masyarakat. Serta berupaya memberikan akses pelayanan kesehatan gigi dan mulut sesuai kebutuhan dan jangkauan.

"Oleh karenanya, tentu kami berharap untuk mendapatkan kesempatan dan dukungan penuh baik dari Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah," harapnya.

Kegiatan yang bertajuk melalui Rakernas PTGMI 2019 memperkuat komitmen dalam mencapai tujuan organisasi ini terpusat di hotel Hermes Banda Aceh mulai 12 sampai 15 September 2019.

Rakernas 2019 yang dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan Aceh, Dr Hanif selaku perwakilan Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah ini diikuti sebanyak 121 peserta dari 34 Provinsi Se Indonesia.

Komentar

Loading...