Dewan Respon Persoalan Pencemaran Batubara di Aceh Barat

Kondisi bibir pantai Peunaga Rayeuk, Kecamatan Meureubo, Aceh Barat yang tercemar batubara.

Meulaboh, Acehportal.com- Sejak pantai Desa Peunaga Pasie, Peunaga Rayeuk, Kecamatan Meureubo, Aceh Barat dicemari batubara membuat nelayan di desa itu kesulitan mendapat ikan. Warga mengeluh karena kondisi tersebut sudah menganggu terhadap mata pencaharian mereka.

Dari pantauan Acehportal.com, bibir pantai masih terlihat kotor, air laut menghitam ditambah material batubara semakin muncul. Apalagi, dari keterangan yang dihimpun awak media sejak beberapa hari lalu pada kedua perusahaan bersangkutan yang sama-sama beroperasi batubara tidak mengakui atas kepemilikan batubara mencemari pantai di desa itu.

Malahan, sampai saat ini keberadaan kotoran batubara masih belum tuntas dilakukan pembersihan. Mengenai kondisi tersebut, membuat wakil rakyat merespon perihal yang mencemari sekaligus menjadi keluhan nelayan.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPRK) sementara Aceh Barat, Samsi Barmi, Senin (9/9/2019) dalam hal ini mengungkapkan, dua perusahaan pertambangan yang beraktivitas di kawasan tersebut, yaitu PLTU dan PT Mifa Bersaudara harus bertanggung jawab.

Sebelum dua perusahaan tersebut beroperasi, tidak pernah terjadi pencemaran laut sampai merugikan para nelayan setempat. Mereka mengeluh, seharusnya pihak terkait segera melakukan pembersihan secara tuntas dan menjanjikan agar hal tersebut tidak terulang lagi.

“Yang saya ketahui, selama ini yang beroperasi di kawasan itu ada dua perusahaan pertambangan, yakni PLTU dan PT Mifa. Jadi masing-masing dari mereka harus bertanggung jawab tentang masalah ini. Kan ada dana-dana menyangkut lingkungan itu. Mohonlah kepada pihak perusahaan yang terkait untuk diberikan dana tersebut kepada nelayan,”katanya.

Sebagai perwakilan rakyat, dirinya berhak angkat bicara mengenai masalah ini, tujuan rakyat memilih untuk berbicara dan menanggapi apa saja yang menjadi kepentingan rakyat. Selain itu, pihaknya meminta kepada lembaga yang terkait segera memastikan batubara yang sudah mencemari pantai, supaya diketahui pemiliknya dan memperjelas duduk persoalannya.

“Ada baiknya kita ketahui dulu milik batubara siapa ini, pastinya ada dua perusahaan pertambangan di kawasan itu, dan ini perlu segera ditindaklanjuti jika dibiarkan berlarut nelayan akan terus dirugikan,”pintanya. (Dan)

Penulis:Dan
Rubrik:Daerah

Komentar

Loading...