Anggota DPRA Hendri Yono Kecam Tindakan Penghadangan Truk Ikan Aceh di Barus Sumut

Anggota DPRA Hendri Yono

BANDA ACEH, ACEHPORTAL.COM - Anggota DPRA Hendri Yono mengecam keras tindakan penghadangan angkutan truk pengangkut ikan asal Aceh di Desa Andam, Kecamtan Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatra Utara, pada Minggu (8/9/2019) malam.

Hendri Yono menyatakan tindakan yang menghadang truk ikan dari Aceh yang dilakukan oknum masyarakat maupun petugas Satpol PP kab Tapanuli Tengah Sumut bisa membuat disharmonisasi antar kabupaten dan bahkan antar Provinsi Aceh dengan Provinsi Sumut. Karena selama ini transportasi jalan darat ini tidak ada masalah apapun.

"Kita minta kepada pemerintahan Aceh untuk segera menyurati Pemerintah Sumut tentang persolan ini, karena bila tidak segera diambil langkah penyelesaian oleh pemerintah Aceh maka dikhawatirkan akan membangkitkan persoalan baru antara Aceh dan Sumut," ujar Hendri politisi DPRA pemilihan dapil 9 ini.

Informasi yang diperoleh sejumlah angkutan truk pengangkut ikan segar dari Aceh dihadang oleh sejumlah oknum masyarakat di beberapa titik di Desa Andam, Kecamatan Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatra Utara.

Dikutip dari Atjehwacth.com
Kejadian penghadangan tersebut berlangsung dari pukul 21.30 WIB malam sampai dini hari masih tidak bisa dilewati.

Irsal, salah seorang sopir truk angkutan ikan dari Aceh Selatan mengatakan seluruh mobil angkutan yang membawa ikan mulai dari Banda Aceh, Meulaboh dan Aceh Selatan dihadang oleh sejumlah masa, juga ada unsur satpol PP dan dari dinas perhubungan setempat.

“Saat para awak sopir menanyakan kenapa mereka tidak boleh melewati jalan menuju ke pelabuhan Sibolga Sumatra Utara, penghadang tidak memberikan jawaban yang jelas,” kata Irsal, Minggu (8/9/2019).

“Apabila para awak truk juga bersikeras mau melewatinya maka ancaman mobil truk yang mereka bawa akan di bakar,” tambahnya.

Sampai saat ini para awak truk yang mengangkut ikan segar dari Aceh harus bertahan di rumah-rumah dan warung-warung terdekat.

Para supir truk tersebut berharap agar pemerintah Provinsi Aceh membantu mereka agar bisa lewat dan mengirim ikan ke Belawan, Medan, Sumatra Utara.

“Pemerintah Aceh harus melayangkan protes kepada Pemerintah Sumatra Utara atas perilaku oknum pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah tersebut, pemblokiran jalan tersebut akan berdampak pada perekonomian masyarakat pesisir Aceh dan semua awak truk bila ini terus berlangsung,” pungkasnya.

Penulis:Rol/redaksi
Rubrik:DPRA

Komentar

Loading...