Investor Singapura Berencana Investasi di Aceh Barat

IMG-20190906-WA0008

Meulaboh, Acehportal.com­-
Pemerintah Kabupaten Aceh Barat mengadakan pertemuan dengan investor asal Singapura di Aula Kantor Bupati, Kamis (5/9/2019). Adapun pembahasannya mengenai rencana investasi yang diperuntukan kepada daerah setempat.

Pada kesempatan tersebut, Direktur Mr Globalports PTE. LTD Hendri Teh Kok Kheng menyampaikan beberapa poin tentang rencananya ingin menanamkan modal khususnya beberapa sektor yang berpotensi meningkatkan kemajuan suatu daerah.

Dia menjelaskan, meski sudah berniat berinvestasi namun dirinya tetap melihat apa saja peluang investasi di Aceh Barat yang dapat menjadi nilai jual kepihak luar. Selain itu, harus disertai dengan visi dan misi pemerintah karena hal tersebut juga berpengaruh.

Sejauh ini perusahaan yang dia kelola dianggap sudah berpengalaman dalam bidang mengelola bandara dan pelabuhan di Asia dan Eropa. Disamping itu dirinya juga mengakui pihaknya memiliki tim khusus dalam mengelola bandara di Nice Perancis dan pelabuhan di Southampton, Inggris.

"kita juga mempunyai tim saat ini sedang mengelola bandara di nice Perancis dan pelabuhan di Sothampton Inggris, dan baru baru ini kami juga menanamkan modal dalam mengelola bandara dan pelabuhan di Sabang dan di Halmahera Maluku Utara,"sebutnya
Menurutnya, untuk menarik wisatawan dari luar, Aceh Barat sebaiknya menampilkan budaya atau makanan khas Aceh Barat seperti di Bali, karena Aceh memiliki lokasi yang bagus dan strategi, namun Bali memiliki budaya khas berbeda yang tidak dimiliki daerah lain.

Lebih lanjut Hendry menyampaikan, perusahaanya juga bergerak di proyek listrik hemat dan pemanfaatan air sungai yang diolah menjadi air bersih yang bisa diminum yang kesemuanya itu bisa dikontrol hanya melalui handphone android. Jika ada yang bersedia, pihaknya siap bekerjasama dengan perusahaan air minum daerah.

"Adapun kerjasama antara kami dengan Pemkab Aceh Barat dilakukan dengan pola partnership atau kerjasama yang menguntungkan kedua belah pihak, keuntungan dibagi fifty fifty atau 50 persen - 50 persen karena kalau untung sama sama rugipun sama-sama,"katanya.

Bupati Aceh Barat H Ramli MS menyampaikan Pemkab Aceh Barat setuju dengan tawaran dari investor Singapura yang ingin keuntungan investasi dibagi rata, tetapi harus dibarengi MoU keuntungan diberikan apabila kemajuan investasi telah berjalan 50 persen.

"Apabila satu tahun MoU tidak ada perkembangan akan batal dengan sendirinya karena kita perlu aksi nyata dilapangan bukan cuma perjanjian saja, juga sebagai antisipasi keraguan demi manjamin keamanan bersama,"pintanya.

Hal lainnya, Ramli sangat tertarik atas tawaran investasi hotel, listrik hemat dan pengelohan air sungai menjadi air bersih seperti yang ditawarkan oleh Investor Singapura tersebut. Untuk itu diharapkan Investor Singapura dapat membangun proyek listrik hemat dan pengelohan air bersih di Aceh Barat. (Dan)

Penulis:Dan
Rubrik:Daerah

Komentar

Loading...